Kamis, 23 Oktober 2014 | 16:19 WIB
LINTAS JABAR

Asongan Cirebon Diangkat jadi Pegawai PT KAI

Oleh: Muhamad Syahrir Romdhon
Pantura - Kamis, 14 Februari 2013 | 13:34 WIB
ilustrasi - antarafoto.com

INILAH.COM, Cirebon- PT KAI Daop III Cirebon menetapkan stasiun Parujakan Kota Cirebon harus bersih dari pedagang asongan, Kamis (14/2). Sebagai solusinya, mereka mengangkat puluhan pedagang asongan untuk bekerja di lokasi tersebut.

Manager Humas PT KAI Daop III Cirebon, Sapto Hartoyo, mengatakan, keputusan stasiun harus bebas dari pedagang asongan sudah final. Karena ini merupakan keputusan nasional, dan wajib diterapkan di seluruh stasiun di Indonesia.

"Sebetulnya keputusan ini sudah sejak lama. Tapi karena banyak gejolak yang hadir dari berbagai pihak, akhirnya kami baru menerapkan sekarang. Dasarnya adalah Instruksi Direksi PT. KAI no. 26/LL.006/KA-2012 tentang Penertiban pedagang asongan, peumpang liar dan larangan penumpang merokok di atas KAI," katanya pada INILAH, Kamis (14/2).

Selain peraturan direksi, petertiban tersebut diatur juga dengan UU nomor 23/2007 tentang perkeretaapian pasal 35 ayat 2, PP No. 72/2009 tentang lalu lintas dan angkutan kereta api pasal 124. Kemudian, Peraturan Menhub No. 9/2011 tentang standar pelayanan minimum untuk angkutan orang dengan KA.

Sapto menyatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Naryo Abon selalu ketua pedagang asongan dan perwakilan TNI.

Pihaknya meminta agar pedagang asongan mengerti akan kondisi tersebut, dan tidak kembali berdemonstrasi. Sebagai solusinya, PT KAI Daop III Cirebon mengangkat sekitar 20 pedagang asongan menjadi tenaga kerja di lokasi tersebut.

"Ya, mereka (Naryo Ambon dan pedagang asongan lainnnya) sudah mengerti, dan mau berkerjasama untuk memajukan Kota Cirebon melalui rapi dan tertibnya pelayanan Daop III Cirebon. Sekitar 20 pedagang asongan kami angkat menjadi tukang parkir, dan tukang cleaning service di stasiun tersebut," tambahnya.

Sapto menegaskan, apabila aksi demonstasi kembali terjadi, PT KAI Daop III tidak memiliki wewenang dan bertangungjawab untuk menanganinya. Dalam hal ini, pemerintah Kota Cirebon harus turun langsng dan membantu mengatasi masalah tersebut.

"Apabila pedagang asongan turun demo, kami sudah tidak bertanggung jawab. Dan sudah saatnya, pemerintah Kota dan DPRD Kota Cirebon langsung mengatasinya," ujar Sapto. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PERSIB KE SEMIFINAL
PERSIB menaklukkan Persebaya 3-1 di Stadion si Jalak Harupat. Di atas kertas, Persib sudah menggenggam tiket ke semifinal Kompetisi ISL.
ASPIRASI + Indeks