Sabtu, 22 November 2014 | 00:35 WIB
LINTAS JABAR

Mutasi-Rotasi Jabatan di Sumedang Inkonsistensi

Oleh: Vera Suciati
Priangan - Kamis, 14 Februari 2013 | 20:10 WIB
istimewa

INILAH, Sumedang - Mutasi dan rotasi jabatan pada 51 orang pejabat di lingkungan pemkab Sumedang dinilai tidak konsisten. Tindakan ini juga dinilai tidak sesuai dengan Surat Edaran Mendagri Nomor 800/5333 tertanggal 27 Desember 2012 yang menyebutkan rotasi seharusnya hanya untuk mengisi kekosongan jabatan.

“Tindakan yang dilakukan pemkab Sumedang ini tidak konsisten dan malah tidak sesuai dengan surat edaran dari Mendagri, kami juga menyesalkan,” kata Nurdin Zein, Anggota Komisi A DPRD Sumedang, Kamis (14/2/2013).

Menurut Nurdin, rotasi jabatan kali ini terdapat pergeseran pada eselon yang sama. Padahal Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumedang sudah sepakat dengan surat edaran tersebut.

“SKPD terkait sudah menyatakan sepakat, namun ternyata tidak sesuai dengan surat tersebut, “ kata Nurdin.

Nurdin menjelaskan, dalam jenjang karier dan kepangkatan PNS, eselon tertinggi adalah II A yaitu Sekretaris Daerah. Kemudian Kepala Dinas/Badan eselon II B. Kepala Bagian di lingkungan pemkab dan setwan, serta sekretaris dinas/badan yang berada dalam satu eselon yakni III A. Sementara kabid di dinas/badan itu eselonnya III B.

“Dari sisi normatif, kebijakan tersebut tidak menjadi masalah karena memang rotasinya vertikal atau naik eselon. Yang aneh dan inkonsisten itu adalah rotasi yang masih dalam satu eselon yang sama, kesannya hanya pertukaran posisi saja,” kata Nurdin.

BKD berdasarkan intruksi dari kepala daerah, telah memutasi dan merotasi sebanyaik 51 orang pejabat beberapa hari lalu. Kepala BKD Sumedang Zaenal Alimin membenarkan hal ini ketika menghadiri pelantikan pengurus KONI Sumedang, Kamis (14/2/2013).

“Ada rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan pemkab Sumedang untuk 51 orang, ada yang naik atau promosi dan ada juga yang digeser,” kata Kepala BKD Sumedang Zaenal Alimin.

Menurut Zaenal, ada tiga pejabat yang memperoleh promosi ke Eselon II, dan 48 pejabat Eselon III lainnya mengalami rotasi.

Sementara, formasi mutasi dan rotasi jabatan ini menurut Nurdin hanya formalitas saja karena hanya menggeser-geser jabatan saja, meski diakuinya beberapa pejabat ada yang naik.

“Memang ada yang naik eselon dari eselon III B ke III A atau dari III A ke II B, karena ada kekosongan jabatan. Tapi banyak rotasi dilakukan masih dalam satu eselon. Kalau hal ini bisa dilakukan, kenapa tidak semuanya saja dilakukan rotasi, jadi memang tidak konsisten terhadap aturan yang ada,” kata Nurdin.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
UJIAN PERTAMA MERAH-PUTIH
PERJUANGAN Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2014 dimulai, Sabtu (22/11) petang WIB. Tuan rumah Vietnam jadi tantangan pertama skuat Merah-Putih.
ASPIRASI + Indeks