Jumat, 31 Oktober 2014 | 20:27 WIB
LINTAS JABAR

Pilbup Dianggarkan Rp47 M, KPU Garut Mengeluh

Oleh: Zainulmukhtar
Priangan - Senin, 18 Februari 2013 | 16:05 WIB
ilustrasi

INILAH, Garut - Dari pengajuan anggaran penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Garut 2013 sebesar Rp54 miliar, hanya terealisasi Rp47 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Garut Tahun Anggaran 2013.

Ketua KPU Kabupaten Garut, Aja Rowikarim menuturkan, dibandingkan dengan biaya penyelenggaraan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat di Kabupaten Garut, biaya Pilbup Garut jauh lebih kecil. Pasalnya, dari anggaran Pilbup Garut sebesar Rp47 miliar, sebesar Rp32 miliar diantaranya habis untuk pembiayaan honor penyelenggara pemilu. Mulai KPU, PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), dan PPS (Panitia Pemungutan Suara), serta PPDB (Petugas Pemutakhiran Data Pemilu). Selebihnya, dana digunakan untuk berbagai kebutuhan pengadaan barang.

"Dana Pilgub untuk satu putaran saja sekitar Rp40 miliar, minus logistik. Sebesar Rp20 miliar diantaranya untuk bayar honor PPK, PPS, dan PPDB. Jadi bila dibandingkan Pilgub, dana Pilbup Garut masih di bawah dan sangat murah karena harus sampai ke RT/RW," kata Aja.

Padahal, kata Aja, selain jumlah penduduknya cukup banyak, wilayah Kabupaten Garut juga terbilang sangat luas dibandingkan daerah lainnya di Jawa Barat. "Kebutuhan anggaran Pilbup kita ajukan dengan asumsi terjadi inflasi kebutuhan masyarakat dan jumlah penduduk. Wilayah yang luas juga memengaruhi kegiatan tahapan. Misal biaya Rp100 ribu untuk distribusi. Jika di daerah lain cukup hanya satu kali maka di Garut harus cukup 2 hingga 3 kali," ujarnya.

Sesuai jadwal, tahapan Pilbup Garut sendiri sudah dimulai Februari ini. Dalam waktu dekat, KPU segera membentuk PPK untuk Pilbup Garut yang hari H-nya ditetapkan pada 8 September 2013. Aja pun sempat khawatir akan rendahnya partisipasi pemilih pada Pilbup Garut. Hal itu berkaitan dengan kemungkinan terjadinya Pilgub Jawa Barat mencapai dua putaran.

"Jika Pilgub terjadi dua putaran, itu akan beriringan dengan program tahapan Pilbup. Dikhawatirkan ini akan memengaruhi partisipasi pemilih di bawah 50% dari sebelumnya sekitar 60%," katanya.

Di lain pihak, Aja menyebutkan, pihaknya menemukan lembar surat suara rusak untuk Pilgub Jabar mencapai seribu lembar lebih. Semua surat suara rusak tersebut akan dikembalikan lagi ke KPU Provinsi Jawa Barat. Dia juga menegaskan banyaknya surat suara rusak itu takkan mengganggu penyelenggaraan Pilbup.

"Ada seribu lebih, atau di bawah 1.500 surat suara rusak. Tapi itu takkan berpengaruh," ucapnya.

Aja menambahkan pendistribusian surat suara dan kotak suara sudah dimulai Senin (18/2) ini. Ditargetkan seluruh surat suara dan kotak suara tersebut sudah sampai di PPS pada 22 Februari, dan pada 23 Februari sampai di TPS. Sehingga semuanya sudah siap pada saatnya pemungutan suara pada 24 Februari 2013.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Pram Tolak DPR Tandingan
DRAMA pimpinan DPR tandingan terus bergulir. Namun, politikus PDIP Pramono Anung justru menolak rencana itu.
ASPIRASI + Indeks