Minggu, 27 Juli 2014 | 00:11 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Malang, Bayi di Cianjur Lahir Tanpa Tempurung

Oleh: Ghiok Riswoto
Jabar - Kamis, 21 Februari 2013 | 18:00 WIB
bayi yang baru berusia 5 hari. Anak pasangan suami istri, Ipan Suhendar (29) dan Dewi Karlina (23), lahir tanpa memiliki batok kepala (Anencephalus). - inilah.com/Benny Bastiandy

INILAH.COM, Cianjur - Malang nasib Hojanah, bayi yang baru berusia 5 hari. Anak pasangan suami istri, Ipan Suhendar (29) dan Dewi Karlina (23), warga Kampung Pasirkuntul RT 04/09 Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur ini tak memiliki batok kepala (Anencephalus).

Berdasarkan informasi, Hojanah terlahir normal melalui bidan desa di wilayah itu. Tragis, ketika pertama kali menghirup udara, ada kelainan pada batok kepalanya. Sempat dibawa ke RSUD Cianjur. Sayang, medis di RSUD Cianjur tak bersedia mengobatinya lantaran berisiko tinggi. Ipan dan Dewi akhirnya membawa anaknya itu berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung. Sayang, medis di RS Hasan Sadikin pun angkat tangan mengobatinya.

"Tak lama setelah dilahirkan, kami membawanya ke RSUD Cianjur, amun tak sempat mendapat perawatan karena tim medis menyatakan tidak bersedia lantaran berisiko tinggi," ujar Ipan saat ditemui di kediamannya, Kamis (21/2).

Rasa penasaran mendorong keluarga untuk kembali memboyong Hojanah ke RS Hasan Sadikin Bandung. Ipan tak sendiri. Warga yang bersimpati membantunya menemui tim medis RSHS Bandung. "Hasilnya pun sama, tidak bersedia mengobatinya. Bahkan tim medis memperkirakan usianya tak lebih dari 3 hari. Kalau dirujuk pun hasilnya akan sama," paparnya.

Takdir berkata lain, karena Hojanah kini sudah menghirup udara selama 5 hari. Dalam pelukan ibunya, dia menyusui layaknya bayi yang normal. "Saya dapat kabar kalau batok kepala harus diganti dan pengobatan ada di luar negeri. Mungkin ada dermawan yang terketuk hatinya untuk memberi bantuan pengobatan anak kami," terangnya.

Sementara itu neneknya, Umronah (50) mengaku prihatin dengan nasib yang menimpa cucunya. Pasalnya belum ada satupun dari keluarga yang pernah mengalami penyakit seperti itu. "Saya tak kuasa menahan tangis melihat fisiknya sehingga tak mampu berbuat banyak. Tak satupun rumah sakit yang bersedia mengobatinya. Kami hanya bisa pasrah," pungkasnya

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
MACET NAGREG MENGGILA
JALUR Nagreg mulai ramai. Pemudik bermotor mendominasi jalur. Kendaraan mengular hingga 30 Km mulai dari Ciamis hingga Nagreg.
KARIKATUR + Indeks