Rabu, 3 September 2014 | 04:15 WIB
LINTAS JABAR

Ruang Perawatan Penuh, IGD RSUD Cianjur Penuh

Oleh: Benny Bastiandy
Pakuan - Selasa, 26 Februari 2013 | 17:03 WIB

INILAH, Cianjur - Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur, Selasa (26/2/2013) mendadak penuh. Penyebabnya, sejumlah pasien yang mestinya sudah bisa dibawa ke ruangan, tertahan lantaran hampir semua ruangan perawatan di RSUD Cianjur penuh.

Kondisi tersebut dikeluhkan pasien dan keluarga yang menginginkan segera dipindahkan ke ruangan perawatan karena tak nyaman disatukan dengan pasien di ruangan IGD. Tim medis pun terpaksa melakukan perawatan di ruangan IGD.

Komariah (45), pasien warga Kampung Cibinong RT 01/04 Kecamatan Bojongpicung, mengaku merasa tak nyaman harus mendapatkan perawatan di ruangan IGD. Dia sudah meminta beberapa kali agar segera dipindahkan, tapi belum bisa dilakukan.

"Ruang IGD itu buat pemeriksaan, bukan ruangan perawatan. Masa sih saya disatukan sama pasien yang berbeda-beda penyakit. Saya sudah tidak nyaman ingin segera dipindahkan," kata Komariah di Ruang IGD RSUD Cianjur, Selasa (26/2/2013).

Komariah mendapatkan penjelasan dari medis IGD bahwa ruangan perawatan sedang penuh. Komariah pun dibujuk untuk bersabar sambil menunggu pasien yang dirawat di ruangan lainnya pulang. "Katanya sih semua ruangan perawatan sudah penuh. Makanya saya dirawat di IGD. Saya hanya ingin segera dipindahkan," ujarnya.

Kepala Ruangan IGD RSUD Cianjur, Sonson Busori tak memungkiri banyaknya pasien yang masih tertahan di IGD. Kondisi itu terjadi akibat penuhnya ruangan-ruangan perawatan. "Kondisi ini juga karena jumlah pasien ke RSUD terus membludak. Kami perkirakan ada sekitar 40-60 persen pasien yang masih tertahan di IGD. Untuk sementara, perawatan dilakukan di ruang IGD. Selain itu, ruangan anak juga tengah dilakukan perbaikan, sehingga ruangan lainnya dipakai untuk ruangan anak," kata Sonson, Selasa (26/2/2013).

Sonson menyebutkan, rata-rata pasien yang ada di RSUD Cianjur merupakan pemegang kartu Jamkesmas maupun surat keterangan tidak mampu (SKTM). Aturan sekarang memperbolehkan pasien pemegang kartu Jamkesmas atau SKTM dirawat di ruangan kelas II. Tapi nyatanya tetap saja ruangan kelas III juga terus penuh," tuturnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Ahmad Zeni Khoirruzaini mengatakan, kerap membeludaknya pasien di RSUD Cianjur mengindikasikan masih belum memadainya fasilitas sarana dan prasarana. Kondisi tersebut sebetulnya sering dikeluhkan masyarakat, namun Zeni menilai, tidak ada upaya peningkatan pelayanan.

"Sebetulnya hal itu merupakan permasalahan klasik yang selalu dibahas dalam setiap kesempatan. Tapi nyatanya, hingga saat ini tidak pernah ada solusinya. Akibatnya, rumah sakit kerap membeludak. Melihat kondisi seperti itu, memang perlu segera dibangun rumah sakit swasta," kata legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu kepada INILAH, belum lama ini.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DPRD Baru Kawal Pemprov
SEBANYAK 100 anggota DPRD Jabar resmi dilantik. Ahmad Heryawan berharap, para wakil rakyat bisa bersanding membangun Jabar.
ASPIRASI + Indeks