Sabtu, 20 Desember 2014 | 07:05 WIB
LINTAS JABAR

Penderita Gizi Buruk di RSUD Cianjur Meninggal

Oleh: Benny Bastiandy
Pakuan - Selasa, 5 Maret 2013 | 15:08 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Cianjur- Nendi (4), pasien gizi buruk marasmus warga Kampung Cibokor RT 06/07 Desa Cibeber Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, Selasa (5/3/2013) pagi sekitar pukul 04.30 WIB, meninggal dunia di RSUD Cianjur.

Kondisinya terus memburuk saat kali pertama dibawa ke RSUD Cianjur, Senin (4/3/2013).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di RSUD Cianjur, saat pertama tiba di RSUD, kondisi Nendi dinilai sangat memprihatinkan. Bobotnya hanya sekitar 8 kilogram. Nendi sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kemudian dibawa ke Ruang Samolo 3.

Namun nasib berkata lain. Hampir sehari dirawat, Nendi menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa (5/3/2013) sekitar pukul 04.30 WIB.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan, Toton Suryotono didampingi Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan, Ita Yulianti mengatakan, pihak RSUD Cianjur memang kedatangan pasien rujukan dari Puskesmas Cibeber yang diduga menderita gizi buruk, Senin (4/3/2013) sekitar pukul 13.00 WIB. Pasien tersebut langsung mendapatkan penanganan medis.

"Mulanya pasien ditangani di IGD, kemudian dibawa ke Ruang Samolo 3. Hampir sehari mendapatkan penanganan, pasien meninggal dunia tadi pagi (kemarin) sekitar pukul 04.30 WIB," kata Toton kepada wartawan di RSUD Cianjur, Selasa (5/3/2013).

Toton menyebutkan, bobot pasien saat kali pertama tiba di Ruang IGD hanya seberat lebih kurang 8 kilogram. Padahal idealnya, di usia sekitar 4 tahun, berat badan mestinya sekitar 20 kilogram.

"Saat pertama tiba memang kondisi kesehatannya sudah sangat menurun. Kemungkinan besar memang ada penyakit penyerta lainnya," ujarnya.

Toton menyebutkan, banyak faktor penyebab seseorang menderita gizi buruk, bukan melulu lantaran pola asupan makanan. Bisa saja dikarenakan penyakit penyerta lainnya, semisal tubercolosis (TBC).

"Untuk semua pasien, termasuk pasien gizi buruk, tim medis langsung lakukan penanganan. Kita tidak melihat apakah pasien itu pemegang kartu Jamkesmas atau tidak, tetap kita layani," tuturnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Niswan Purwenti mengaku, pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya bocah pasien gizi buruk asal Kecamatan Cibeber. Menurut Niswan, berdasarkan hasil laporan petugas Puskesmas Cibeber, sebetulnya sudah berkali-kali menyarankan agar pasien bersangkutan segera dibawa ke RSUD Cianjur.

"Dari informasinya, orangtua pasien itu hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Istrinya sudah meninggal dunia. Jadi ayahnya mengurusi sendiri 7 orang anaknya, termasuk pasien diduga gizi buruk," katanya.

Niswan mengaku, pihaknya secara terus menerus selalu menyarankan kepada setiap petugas di puskesmas untuk terus memantau perkembangan balita di setiap wilayah. Termasuk mengarahkan agar selalu berkoordinasi dengan kader-kader posyandu.

"Secara rutin, kita bagikan vitamin A, termasuk menggalakan bulan penimbangan balita di setiap posyandu. Sekarang tinggal bagaimana kesadaran orangtua memeriksakan secara rutin kesehatan anaknya," pungkasnya. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BANJIR RENDAM TUJUH KECAMATAN
PUTING beliung pergi, banjir datang menyongsong. Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung tergenang air.
ASPIRASI + Indeks