Jumat, 24 Oktober 2014 | 21:41 WIB
LINTAS JABAR

Perokok di Bogor akan Kembali Dijaring Tipiring

Oleh:
Pakuan - Sabtu, 9 Maret 2013 | 13:58 WIB
Ilustrasi

INILAH.COM, Bogor - Tim pembina kawasan tanpa rokok (KTR) kembali akan melaksanakan tindak pidana ringan Peraturan Daerah nomor 12 tahun 2009 tentang kawasan tanpa rokok guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan Perda tersebut.

"Tahun 2012 lalu tipiring dilaksanakan sebanyak tujuh kali, tahun ini (2013) akan dilaksanakan sebanyak 10 kali," kata Ketua LSM no Tobbaco (NoTC) salah satu dari Tim Pembina KTR Acep Suhaemi, di Bogor, Sabtu.

Acep menjelaskan, persiapan pelaksanaan Tipiring Perda KTR telah dirapatkan dalam rapat kerja Tim Pembina yang dilakukan Kamis (7/3) diikuti 18 instansi anggota tim.

Dari 10 pelaksanaan Tipiring Perda KTR selama 2013, tujuh kali Tipiring dikomandoi oleh Satpol PP dan tiga kali oleh Dinas Kesehatan selaku pencetus Perda KTR.

"Berbeda dari tahun sebelumnya, Tipiring hanya menjaring para perokok yang ada di lapangan, tapi tahun ini, bagaimana penindakan Tipiring juga melibatkan kepala instansi atau pengelolaa tempat hiburan atau restoran yang kedapatan melanggar Perda," kata Acep.

Acep menjelaskan, pada pelaksanaan Tipiring nanti, jika disuatu instansi pemerintahan atau restoran dan pusat perbelanjaan digelar Tipiring dan terdapat perokok yang masih merokok, maka tidak hanya perokoknya yang ditertibkan, pemilik toko atau kepala instansi akan dipanggil.

"Hal ini bertujuan agar penerapan Perda KTR tidak hanya di kalangan masyarakat bawah, tapi pemimpin instansi dan pengelola juga harus komitmen mendukung penerapan Perda KTR," katanya.

Acep menambahkan, pelaksanaan Tipiring Perda KTR sudah berlangsung selama tiga tahun. Selama itu, lebih dari 300 perokok terjaring razia.

"Esensi dari Tipiring ini adalah, agar penerapan Perda benar-benar diterapkan di masyarakat, sehingga Bogor bebas asap rokok bisa diwujudkan," katanya.

Acep kemlagi menjelaskan, Perda KTR bukan melarang orang untuk merokok, tapi mengajak perokok untuk beretika merokok dengan tidak mengisap rokok di tepat umum yang menjadi kawasan tanpa rokok sehingga melindungi para perokok pasif dari bahaya racun nikotin.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bogor berkomitmen untuk menegakkan Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan menjadikan pengelola serta pimpinan instansi sebagai sasaran penindakan.

"Kami (Dinkes) berkomitmen tahun ini sasaran penegakan Perda KTR kepada pengelola atau pimpinan instansi. Jadi bila ada kedapatan pegawai atau pengunjung yang merokok, yang akan kita tindak adalah pengelolanya," kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor Nia Nurkania. Ant [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks