Sabtu, 1 November 2014 | 05:47 WIB
LINTAS JABAR

Bima Arya Deklarasi Maju Pilwakot Bogor

Oleh:
Pakuan - Rabu, 13 Maret 2013 | 16:31 WIB
Bima Arya - istimewa

INILAH.COM, Bogor- Ketua DPP Partai Amanat Nasional Bima Arya, Rabu, mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilkada Wali Kota Bogor masa bakti 2013-2018, di depan pintu gerbang Kebun Raya Bogor.

Sebelum sampai di pintu gerbang Kebun Raya Bogor --yang berdampingan dengan Istana Kepresidenan Bogor--bersama istri Yane Ardian--ia berjalan kaki disertai puluhan tokoh pendukungnya menuju lokasi deklarasi.

Ketika berpidato di depan ratusan pendukungnya, Bima Arya menyatakan bahwa maju dalam Pilkada bukan untuk tujuan menjadi wali kota semata.

"Lebih dari itu, adalah keinginan bersama-sama warga dalam upaya perjuangan untuk perubahan Kota Bogor lebih baik, lebih membanggakan, dan masyarakatnya lebih sejahtera," katanya.

Menurut dia, setidaknya ada tiga alasan utama mengapa ia maju dalam Pilkada Wali Kota Bogor.

Pertama, lima generasi terakhir dari keluarganya lahir, tinggal dan berkarya di "Kota Hujan" itu.

"Sehingga wajar bukan saya berbakti untuk kota kelahiran dan kampung halaman sendiri," katanya, dan disambut pekik pendukungnya dengan menyatakan sangat wajar.

Alasan kedua, kata dia, adalah wasiat dari orang tua (Alm) Brigjen Pol Drs Toni Sugiarto, seorang tokoh Bogor yang merupakan Ketua Umum Paguyuban Bogoriensis (1993-1997), yang berpesan bahwa sebaik-baik orang/umat adalah yang dapat memberi manfaat kepada orang lain.

"Jadi, ketimbang jauh-jauh, sebaiknya kita membaktikan diri untuk kampung halaman sendiri dulu," kata doktor ilmu politik lulusan Australian National University (ANU) Canberra, Australia pada 2006.

Sedangkan ketiga, usianya saat ini sekitar 40-an, di mana untuk mengabdi dan berbuat sesuatu tidak harus menunggu senior atau berusia tua.

"Dan untuk berbakti lebih baik di saat pada masa produktif," katanya menegaskan.

Bima Arya, selain dikenal sebagai Ketua DPP PAN, setahun terakhir juga dipercaya menjadi Ketua Umum Paguyuban Bogor.

Ia lahir di Rumah Sakit Soekoyo, Paledang Bogor pada 17 Desember 1972. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Polisi IV Bogor, melanjutkan di SMPN 1 Bogor, dan lulus dari SMAN 1 Bogor tahun 1991.

Selanjutnya, ia kuliah di Fisip Universitas Parahyangan Bandung, meneruskan kuliah untuk mengambil master di bidang Studi Pembangunan Monash University Melbourne, Australia pada 1988 dan lulus doktor dari ANU pada 2006.

Mantan aktivis mahasiswa ini memiliki banyak pengalaman organisasi dan kepemimpinan.

Ia dipercaya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni SMAN 1 Bogor (2009-2012) dan Ketua PP Keluarga Besar Putra-Putri Polri (2010-2015).

Saat ini mengajar di Universitas Paramadina, menjadi konsultan di berbagai lembaga internasional dan pembicara di berbagai forum mengenai isu-isu kebangsaan, kepemudaan dan kepemimpinan. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
KOALISI JOKOWI TERBELAH
MAKIN runcing saja kisruh di tubuh DPR. Kubu KIH tetap menggelar rapat paripurna perdana DPR tandingan. Namun Pramono Anung tak mau hadir.
ASPIRASI + Indeks