Minggu, 23 November 2014 | 14:13 WIB
LINTAS JABAR

Dana Reses 2013 DPRD Garut Capai Rp2,5 M

Oleh: Zainulmukhtar
Priangan - Senin, 25 Maret 2013 | 19:15 WIB
DPRD Garut - inilah.com/Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Ketua DPC Laskar Indonesia Kabupaten Garut, Dudi Supriadi mempertanyakan dana tunjangan komunikasi dan reses pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut sebesar Rp41.200.000 yang direncanakan tuturn pada April 2013.

Dudi menilai, besarnya anggaran tersebut tak sebanding dengan out put yang dihasilkan para anggota dewan. Sehingga dana reses maupun dana tunjangan komunikasi dewan merupakan penghamburan keuangan negara.

Menurut Dudi, anggota DPRD Kabupaten Garut akan memasuki masa reses pertama di 2013 pada 8 April mendatang. Untuk kegiatan reses tersebut, masing-masing pimpinan dan anggota dewan akan menerima dana reses sebesar Rp16 juta. Untuk kegiatan pertemuan di Dapil 1, 2, 3, dan 4 dialokasikan anggaran sebesar Rp17 juta. Sedangkan untuk Dapil 5 dialokasikan sekitar Rp18 juta.

Selain dana reses, mereka juga akan menerima dana tunjangan komunikasi sebesar Rp25,2 juta. Sehingga total dana reses dan tunjangan komunikasi yang akan diterima pimpinan dan anggota dewan pada April nanti sekitar Rp41,2 juta (belum dipotong pajak).

Selama tahun 2013, DPRD Kabupaten Garut akan menyelenggarakan reses sebanyak tiga kali. Per satu kegiatan reses selama 6 hari kerja dan menghabiskan dana sekitar Rp800 juta.

Dana dialokasikan untuk tunjangan komunikasi dewan sendiri untuk DPRD Kabupaten Garut selama setahun ini mencapai sekitar Rp3,784 miliar. Sedangkan dana reses DPRD Garut selama tahun tersebut mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

"Setahu saya, dana tunjangan komunikasi diterima per pimpinan dan anggota dewan per bulan sebenarnya sekitar Rp6,3 juta. Namun dari Januari hingga Maret ini, dana tersebut masih belum dicairkan dan diterima anggota dewan. Jadi, jika pada April nanti, dana tunjangan komunikasi dewan dicairkan maka per anggota dewan akan menerima 4 kali dana tunjangan per bulan, yaitu Januari, Februari, Maret, dan April, dengan total dana sekitar Rp25,2 juta," terang Dudi, Senin (25/3).

Sementara itu, Sekretaris DPRD Garut, Farida Susilawati menyebutkan, dana tunjangan komunikasi dan dana tunjangan lainnya untuk pimpinan dan anggota DPRD Garut hingga kini belum dapat dicairkan karena Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) di Sekretariat DPRD Garut belum ditandatangani Bupati Garut. DPA tersebut merupakan satu di antara sekian banyak dokumen anggaran tak ditandatangani Aceng HM Fikri karena 'terlanjur' dilengserkan sebagai Bupati Garut.

"Dokumen seperti ini kan tidak bisa ditandatangani Pelaksana Harian Bupati. Mesti oleh Bupati Garut definitif," kata Farida.

Dia juga membenarkan bila dana reses untuk tiap Dapil memang dibedakan karena perbedaan jaraknya. "Itu kan menyangkut SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas). Anggaran reses ini diperuntukkan bagi 300 orang konstituen per anggota dewan. Menyangkut biaya makan, sewa gedung, dan kursi," jelasnya.

Dia menyebutkan, dana reses pada 2013 sama dengan besaran dana reses pada tahun sebelumnya. "Ada beberapa orang anggota dewan ingin ada penambahan, sekalipun memang tak terlalu besar. Tapi untuk saat ini, penambahan anggaran untuk reses masih sulit. Sehingga anggaran reses untuk 2013, ya sekitar Rp2,5 miliar. Sama seperti tahun sebelumnya," ujar Farida.

Dia menambahkan, selain pada April, reses anggota DPRD Garut selama 2013 juga dijadwalkan pada Agustus, dan Nopember.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
UJIAN PERTAMA MERAH-PUTIH
PERJUANGAN Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2014 dimulai, Sabtu (22/11) petang WIB. Tuan rumah Vietnam jadi tantangan pertama skuat Merah-Putih.
ASPIRASI + Indeks