Selasa, 23 Desember 2014 | 04:59 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Ramai-ramai Ikuti Seleksi Calon Legislatif 2014

Oleh: Dni R Nugraha & Zainulmukhtar
Jabar - Selasa, 26 Maret 2013 | 07:45 WIB

INILAH, Bandung - Penetapan daftar calon tetap (DCT) untuk mengikuti Pemilu Legislatif 2014, semakin dekat. Para pengurus parpol pun ramai-ramai menggelar seleksi yang diikuti ratusan kader.

Seperti di Kabupaten Bandung, DPD II Partai Golkar menggelar pit and proper test dan tes kemampuan akademik bertempat di Aula Utama Kopo Square, Kecamatan Margahayu, Senin (25/3/2013). Seleksi kali ini diikuti 60 bakal calon anggota legislatif.

Pelaksanaan pit and proper test tersebut, tidak hanya diikuti oleh bakal calon legislatif yang selama ini telah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung, melainkan terlihat juga beberapa wajah baru. Bahkan ada di antaranya yang berprofesi sebagai kepala desa, pegawai negeri sipil (PNS), dan petinggi ormas.

Seleksi bakal calon caleg Partai Golkar ini dilakukan pengurus DPD Golkar bekerja sama dengan tim seleksi independen dari Fakultas Hukum Unpas Bandung. Layaknya pelamar kerja, para bakal calon legislatif ini harus mengisi lembaran pertanyaan yang diberikan tim seleksi independen.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bandung Hilman Sukirman mengatakan, meskipun penentuan bakal calon legislatif menjadi hak prerogatif dari partai politik, tidak berarti dipilih asal-asalan. Tetap diperlukan pit and proper test, agar menghasilkan calon legislatif yang berkualitas dan profesional.

"Anggota DPRD itu representasi keterwakilan rakyat dalam pelaksanaan pemerintahan di daerah, sehingga dituntut memiliki tanggung jawab yang besar terhadap responsibilitas kepada konstituennya," kata Hilman.

Ketua Tim Seleksi Independen yang juga Pakar Hukum Tata Negara Atang Irawan mengatakan, dorongan dan tuntutan rakyat akan kesejahteraan yang berkeadilan bagi masyarakat harus dapat direspons dengan baik oleh partai politik. Agar memiliki anggota DPR/DPRD yang sensitif dan responsif terhadap kebutuhan rakyat itu, partai politik diharapkan dapat lebih selektif dalam menempatkan orangnya di parlemen. Anggota parlemen dari partai politik itu benar-benar matang dan siap menjalankan tugas dan fungsinya.

"Saat ini fakta membuktikan banyak anggota legislatif yang tidak memahami fungsinya, sehingga tidak dapat menjadi penghubung kepentingan masyarakat dan pemerintah," tandasnya.

Seleksi serupa juga dilakukan Partai Demokrat. Sebanyak 83 bakal caleg dari limakabupaten/kota, mengikuti psikotes yang digelar diGedung Local Education Center (LEC) Kabupaten Garut Jalan Guntursari Garut, Senin (25/3). Kelima daerah tersebut,yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya, serta tuan rumah Kabupaten Garut. Kota Intan sendiri mengirimkan 55 orang perwakilannya.

Menurut Ketua Tim Penjaringan Legislatif 2014-2019 DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut, Ajang Hermawan, sebenarnya psikotes tersebut diperuntukkan terutama bagi para balon anggota DPRD Kabupaten Garut dengan peserta sebanyak 55 orang. Namun akhirnya, psikotes tersebut diikuti juga para balon anggota DPRD Kabupaten/Kota dari daerah lain sebanyak 28 orang yang belum sempat mengikuti psikotes di masing-masing daerahnya. Mereka berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

"Psikotes ini merupakan salah satu tahapan wajib bagi para balon anggota legislatif. Sehingga balon yang di daerahnya tak mengikuti psikotes karena sesuatu alasan, dapat ikut psikotes di daerah lain," kata Ajang.

Selain untuk meningkatkan kualitas balon, jelas Ajang, psikotes juga merupakan salah satu tahapan seleksi terhadap para balon untuk mendapatkan jumlah nama yang akan dicantumkan pada Daftar Calon Sementara (DCS), sesuai kuota 100% dengan 30% di antaranya ada keterwakilan perempuan. Untuk Garut sendiri, kuota DCS balon anggota legislatifnya mencapai sebanyak 50 orang.

"Psikotes ini kan bisa merupakan alat ukur dalam menilai kejiwaan atau kesiapan mental para balon menghadapi berbagai permasalahan. Kalau menghadapi psikotes saja enggak mau, bagaimana nanti jika sudah jadi anggota dewan untuk menghadapi berbagai permasalahan yang pasti ada? Makanya, yang tak ikut psikotes, otomatis gugur sebagai balon," tandas Ajang. [den]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
5.000 WARGA MENGUNGSI
HAMPIR 5.000 warga mengungsi karena banjir. Pemerintah diminta tidak berbelit-belit dalam menyalurkan bantuan.
ASPIRASI + Indeks