Rabu, 1 Oktober 2014 | 21:13 WIB

Pengunduran Diri Kades Jadi Caleg, Usai DCT?

Oleh: Dani R Nugraha
Bandung raya - Minggu, 31 Maret 2013 | 15:40 WIB
ilustrasi

INILAH, Soreang - Wakil Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar mengusulkan, penyertaan surat pengunduran diri sebagai Kades dan perangkat desa yang maju sebagai calon anggota legislatif dapat dilakukan setelah calon bersangkutan masuk di daftar calon tetap (DCT) bukan di daftar calon sementara (DCS).

"Peraturan KPU No 7 No 2013 soal penyertaan surat pengunduran diri bagi Kades dan perangkatnya itu, sebenarnya bagus. Sebagai bentuk keseriusan calon. Tapi di satu sisi, ini terlalu gambling. Kasihan juga untuk para calon ini," kata Cecep, Minggu (31/3).

Seharusnya, pelampiran surat pengunduran diri dilampirkan setelah terbitnya DCT. Sehingga, tidak menimbulkan keragu-raguan atau bahkan penyesalan bagi Kades atau perangkat desa lainnya yang berminat menjadi caleg.

"Masih mending kalau Kades yang masa baktinya sudah hampir selesai. Kalau yang masih baru, pengabdiannya kepada masyarakat belum selesai," ujarnya.

Diakui Cecep, di partai berlambang pohon beringin ini, banyak kades yang berminat menjadi Caleg di DPRD Kabupaten Bandung. Namun, dengan adanya peraturan KPU tersebut, Cecep membenarkan jika hal ini menjadi salah satu kendala.

"Kalau nggak salah, lebih dari 16 Kades yang mengajukan diri. Tapi saya belum tahu pasti berapa orang Kades yang mundur lagi," katanya.

Sementara itu, Kades Nagrak Kecamatan Cankuang, Zaenal mengaku, sempat mengajukan diri untuk maju sebagai Caleg dari Partai Golkar. Namun dalam perjalannya, dirinya memilih untuk membatalkannya. Pasalnya, masa jabatannya sebagai kades baru berjalan sekitar tiga tahun.

"Saya pikir untuk jadi calegnya nanti saja. Kalau saya tetap memaksakan diri maju, takutnya malah kehilangan kepercayaan rakyat. Yah, ibaratnya ngurus desa ajah belum selesai, sekarang sudah ditinggal," ujar Zaenal.

Selain harus meninggalkan jabatan, hal lain yang dirasa berat oleh Zaenal adalah ia juga harus mengajukan pensiun dini sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Karena, sebelum menjabat Kades Nagrak, Zaenal adalah seorang PNS. Dan selama menjabat Kades, ia dalam status cuti.

"Apalagi kalau maju jadi caleg itu saya harus mengajukan pensiun. Yah cukup berat juga, kalau seperti itu. Jadi saya lebih memilih untuk membaktikan diri di desa dulu lah," tegasnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BBM Naik Rp3.000
PRESIDEN terpilih Joko Widodo sudah menyiapkan kado pertama pemerintahannya. November ini, harga bahan bakar minyak (BBM) akan naik Rp3.000.
ASPIRASI + Indeks