Sabtu, 1 November 2014 | 09:28 WIB
LINTAS JABAR

60% Angkutan Umum di Karawang Tak Layak Jalan

Oleh: Asep Mulyana
Pantura - Jumat, 5 April 2013 | 16:55 WIB
ilustrasi

INILAH,Karawang - Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, mendata ada sekitar 60 % angkutan umum yang ada di wilayah kerjanya tak laik jalan. Salah satu indikatornya, yakni mayoritas ban angkutan ini sudah gundul. Selain itu, sarana lainnya tak menunjang.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Dede Sudrajat mengatakan, di wilayah kerjanya terdapat sekitar 1.350 unit angkutan umum yang beroperasi sampai saat ini. Dari jumlah tersebut, 60 % diantaranya tidak laik jalan.
Kendaraan yang tak laik jalan itu, didominasi angkutan kota (Angkot) dan bus antar daerah. Seharusnya, angkutan tersebut mendapatkan peremajaan.

“Tentunya, bila diremajakan lagi semua komponennya harus diperbaharui. Termasuk kelengkapan penunjang keselamatannya. Bila tak segera diremajakan, khawatir angkutan umum ini bisa menimbulkan peningkatan angka kecelakaan,” ujar Dede, kepada sejumlah media, Jumat (5/4).

Selain itu, terang dia, 60 % angkutan umum yang tidak layak jalan itu semuanya sudah berusia tua. Menurut dia, seharusnya angkutan umum ini sudah tak dioperasikan lagi. Akan tetapi, pada kenyataannya masih banyak angkutan umum dengan kategori tak laik jalan tapi tetap beroperasi. Padahal, sambung dia, usia kendaraan ini mayoritas di atas 15 tahun.

Diakui dia, pihaknya pun menyadari sampai saat ini pengawasan terhadap angkutan umum masih lemah. Karena, banyak faktor yang menjadi halangan. Salah satunya, petugas yang melakukan pengawasan jumlahnya sangat minim.

Melihat kondisi tersebut, instansi ini berencana tidak akan mengeluarkan izin trayek baru. Terutama, bagi angkutan yang usianya sudah lanjut supaya para pemilik angkutan ini segera meremajakan kendaraannya.

Terkait dengan angkutan kota, lanjut Dede, sampai saat ini sudah ada 36 trayek yang aktif dengan rute berbeda. Sebenarnya, yang terdaftar ada 48 trayek tapi yang masih aktif hanya 36 trayek.

Dede mengakui, selama ini pihaknya telah bekerjasama dengan instansi dan institusi lainnya guna mencegah terjadinya kecelakaan. Seperti bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan kepolisian.
Tujuannya, untuk pendataan kendaraan mana saja yang tak laik jalan. Kemudian, untuk mengawasi sopirnya apakah sopir itu punya riwayat penyakit yang mematikan atau tidak. Bahkan, untuk mengetahui penggunaan narkoba.

“Salah satunya dengan cara melakukan tes kesehatan dan tes urin terhadap sopir. Dan itu sudah sering dilakukan. Hasilnya, bila ada sopir yang positif menggunakan narkoba disarankan untuk dinonaktifkan. Begitu pula dengan yang punya riwayat penyakit. Hasil tes ini, akan jadi rekomendasi kepada para pemilik angkutan,” tegas dia.

Karena, tambah dia, untuk mengoperasikan kendaraan itu diperlukan armada yang laik jalan, serta sopir yang sehat rohani dan jasmani. Hal tersebut, guna meminimalisasi terjadinya kasus kecelakaan. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
KOALISI JOKOWI TERBELAH
MAKIN runcing saja kisruh di tubuh DPR. Kubu KIH tetap menggelar rapat paripurna perdana DPR tandingan. Namun Pramono Anung tak mau hadir.
ASPIRASI + Indeks