Jumat, 28 November 2014 | 17:53 WIB

Pondok Pesantren Jangan Tinggalkan Kitab Kuning

Oleh:
Syiar - Minggu, 7 April 2013 | 09:04 WIB

INILAH.COM, Cirebon – Ketua Syuriah Nahdlatul Ulama Bidang Fatwah K.H. Ali Musthafa Ya'qub mengatakan pondok pesantren NU jangan meninggalkan kitab kuning dalam sistem pengajaran kepada para santri.

Pada haul Pondok Buntet Pesantren Cirebon di Cirebon, Sabtu (6/4/2013) malam, ia mengatakan ada pondok pesantren mendirikan sekolah umum dalam sistem pengajarannya dan tidak ada sekolah agama (Tsyanawiyah).

“Apabila ini dibiarkan dikhawatirkan suatu saat akan terjadi krisis ulama,” katanya.

Kitab Kuning yaitu kitab-kitab tua yang dibuat para ulama mengenai seluruh aspek kehidupan sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al Quran dan Hadist.

Di depan ribuan undangan yang hadir, ia mengemukakan pentingnya perhatian seluruh pondok pesantren NU agar tetap melestarikan tradisi membaca kitab kuning di kalangan santri.

“Pengetahuan umum harus dikejar, tetapi jangan meninggalkan kitab kuning yang menjadi tradisi pondok pesantren,” kata Musthafa Ya'qub yang juga Imam Besar Majid Istiqlal Jakarta itu.

Undangan yang hadir dalam haul tersebut, antara lain Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Helmy Faishal Zaini dan Dirut Perum LKBN Antara Syaiful Hadi. Keduanya adalah alumni Pondok Buntet Pesantren.

Sesepuh Pondok Buntet Pesantren K.H. Nahduddin Abbas dan K.H. Adib Rofi'uddin berwasiat kepada alumni Pondok Buntet Pesantren dan warga Buntet untuk bekerja iklas, jujur, dan berakhlak yang baik. [ing]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
RACHMAT YASIN TAMAT
VONIS sudah jatuh. Penjara 5,5 tahun menanti Bupati Bogor non-aktif Rachmat Yasin (RY). Dia juga didenda Rp300 juta subsider kurungan tiga bulan penjara.
ASPIRASI + Indeks