Rabu, 22 Oktober 2014 | 01:18 WIB
LINTAS JABAR

Hilang, ABG Cianjur Ditemukan di Pelacuran Batam

Oleh:
Pakuan - Rabu, 10 April 2013 | 09:36 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Cianjur- Setelah sempat menghilang tanpa kabar selama 44 hari, akhirnya seorang warga Kampung GBO, Desa Cipanas, Cianjur, Jabar, Selasa, dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.

Sebelumnya Lina (15) yang diduga menjadi korban trafficking itu, dijemput ayahnya dan aparat kepolisian Polsek Pacet, di salah satu rumah bordir di wilayah Balerang-Batam, Kepulauan Riau.

Berdasarkan keterangan Baban ayah kandung korban, sejak kehilangan anaknya 44 hari terakhir, dia dan anggota keluarga lainnya berusaha mencarai anaknya itu. Bahkan dia sempat mendatangi salah satu stasiun televisi di Jakarta.

"Selama itu, saya tidak pernah berhenti mencari keberadaan anak saya ini. Selain melaporkan hal tersebut ke polisi, saya sempat mendatangi staisun televisi di Jakarta, agar secepatnya menemukan Lina," katanya.

Dia menuturkan, sebelum hilang tanpa kabar, Lina sempat tidak pulang ke rumah selama dua minggu karena ditawari bekerja di Jakarta oleh seorang satpam perumahan di wilayah Cipanas.

Namun tanpa sebab Lina dikembalikan ke orang tuanya dengan alasan satpam yang diduga sindikat penjualan wanita itu, Lina belum layak dipekerjakan. Selang beberapa hari satpam tersebut kembali dan meminta Lina untuk bekerja di Batam.

"Itu keterangan yang diberikan anak saya ketika saya jemput di Batam. Saya berhasil menemukan anak saya itu, setelah dia menelepon ke telepon selular milik saya beberapa hari lalu," ucapnya.

Setelah mendapat telepon dari anaknya tersebut, Baban bersama anggota Polsek Pacet, menjemput Lina ke Batam tepatnya di salah satu rumah border di wilayah Balerang.

Berdasarkan pengakuan Lina, selama berada di lokalisasi itu, dia dipaksa untuk melayani lelaki hidung belang. Namun setiap kali dipaksa Lina menolak dan berusaha kabur hingga akhirnya dia dapat menghubungi ayahnya.

"Saya menyimpan nomor ayah di alamat Facebook yang saya buat, dalam pelarian saya dibantu warga setempat dan berhasil menghubungi ayah saya. Awalnya saya ditawari bekerja di rumah makan di Jakarta tapi di kirim ke Batam," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pacet, Kompol Setyawan membenarkan hal tersebut. Setelah mendapat laporan dari pihak keluarga, pihaknya langsung melakukan penjemputan korban di Batam bekerja sama dengan kepolisian setempat.

"Kasus ini masih kami tangani dan kembangkan. Sampai saat ini, kami masih menunggu untuk meminta kesaksian korban," katanya singkat.[ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Menanti Kabinet Jokowi
RESMI menjabat Presiden, Joko Widodo segera mengumumkan kabinetnya. Ada perubahan setelah dari PPATK dan KPK.
ASPIRASI + Indeks