Selasa, 21 Oktober 2014 | 17:16 WIB
LINTAS JABAR

Parpol Mulai Ramai Jaring Balon, PKS Usung Kader

Oleh: Zainulmukhtar
Priangan - Jumat, 12 April 2013 | 19:40 WIB
Ilustrasi

INILAH, Garut - Partai politik di Kabupaten Garut mulai memunculkan nama yang akan diusung menjadi bakal calon (balon) Bupati/Wakil Bupati Garut 2014-2019 pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Garut 2013.

Setelah DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Garut yang mengusung Sherli Besi sebagai balon Bupati/Wakil Bupati Garut, kini giliran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung kader internal partai sebagai bakal calon (balon) Bupati Garut periode 2014-2019, Helmy Budiman. Saat ini, Helmy tercatat sebagai Ketua Komisi D DPRD Garut dari Fraksi PKS.

Pengusungan Helmy disepakati jajaran DPD PKS Kabupaten Garut berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap kader dari berbagai tingkatan kepengurusan. Mulai DPD PKS Kabupaten Garut, Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS tiap kecamatan hingga Dewan Pengurus Ranting (Depera) desa/kelurahan.

"Proses seleksi internal untuk Pilbup Garut sudah selesai. Kita tinggal menunggu SK (Surat Keputusan) DPP (Dewan Pengurus Pusat PKS)," kata Sekretaris Jenderal DPD PKS Kabupaten Garut, Karnoto kepada INILAH, Jumat (12/4).

Karnoto menuturkan, semula pihaknya mengajukan 3 nama kader internal sebagai balon Bupati Garut. Yakni Helmy Budiman, Imron Rosyadi (Ketua DPD PKS Garut yang juga anggota Komisi D DPRD Garut), dan Ahab Syihabuddin (mantan anggota DPRD Garut periode 2004-2009).

"Di kita juga ada pemilu internal. Dengan berbagai pengetahuan yang ada, kita berikan pilihan kepada kader, mana dari ketiga nama ini yang dinilai laik menjadi Bupati. Hasilnya, kader menghendaki Helmy Budiman. Jadi, nama balon ini muncul bukan karena faktor 'like and dislike', tapi benar-benar obyektif pilihan kader," terang yang Ketua Tim Pemenangan Pemilu Pilkada Daerah Garut.

Meski demikian, peluang bagi balon eksternal kader masih memungkinkan tergantung dinamika politik ke depan. Pasalnya, selain elektabilitas dan popularitas, PKS harus berkoalisi untuk dapat mengusung sendiri balon Bupati maupun Wakil Bupati Garut pada Pilbup Garut 2013.

"Kita targetkan untuk Bupati atau Wakil Bupati itu dari internal. Kalau susah, ya kita usung eksternal. Tapi itu target nomer tiga," ujarnya.

Untuk mengusung sendiri balon Bupati dan Wakil Bupati Garut, PKS harus berkoalisi dengan partai lain yang jumlah kursinya dapat mencapai minimal 8 kursi di DPRD Garut. PKS sendiri saat ini hanya memiliki 5 kursi di DPRD Garut.

Berbeda Partai Hanura dan PKS, partai lainnya masih berkutat dengan penjaringan balon Bupati/Wakil Bupati Garut-nya. Proses penjaringan balon pun berbarengan dengan kesibukan partai mengurus pendaftaran calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum.

"Memang untuk penjaringan balon bupati ini terganggu karena kita lagi konsentrasi dulu ke pendaftaran caleg yang harus segera beres. Partai lain juga sama," kata Ketua Tim Pemenangan Pilkada Garut DPD PAN Garut, Ayi Nurlubis.

Sejumlah nama sudah mendaftar ke PAN diantaranya Brigjend TNI Saeful Anwar, Buldan Ramadhan, Syahidin (Dosen Universitas Indonesia), Asep Suryana Natawiria, Muchlis Badruzzaman (Pimpinan Pondok Pesantren al Falah Biru Tarogong Kidul), Aceng Kholil Umar Zein (Ketua Presidium Masyarakat Garut Utara), dan Arif Rahman Hidayat (Direktur LPE al Syura).

Sedangkan balon yang mendaftar ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), antara lain Yogie Yuda Wibawa (Ketua DPC PDIP Kabupaten Garut/Ketua Fraksi PDIP DPRD Garut), Dikdik Darmika (politisi PDIP mantan Wakil Ketua DPRD Garut periode 2004-2009), Uus Sumirat (Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Sunda/Bamus), Usep Jamhari (purnawirawan TNI), Marlan (pengusaha), Asep Kurnia Jaya (mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat), serta Memo Hermawan (anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDIP/mantan Wakil Bupati Garut periode 2004-2009).

Sementara mengambil formulir ke DPC Partai Demokrat tercatat Asep Dani (wiraswasta), Deddy Friyadi (aktivis), Ahmad Kosasih (PNS), Ahmad Bajuri (Ketua DPRD Garut/Ketua DPC Partai Demokrat Garut), Fahrurrozi (Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Garut), Ahmad Fajar Kunaefi (aktivis/pengusaha), dan Rudi Gunawan (praktisi hukum).

"Menurut informasi, masih banyak yang mau daftar ke Partai Demokrat. Kita baru akan tahu berapa jumlah persis yang ambil formulir sampai hari penutupan nanti, 18 April. Siapa yang nanti mengembalikan berkas pendaftaran, ya belum tahu," kata tim Penjaringan Pilbup Garut 2013 DPC Partai Demokrat Garut, Oman Abdurrahman.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Menanti Kabinet Jokowi
RESMI menjabat Presiden, Joko Widodo segera mengumumkan kabinetnya. Ada perubahan setelah dari PPATK dan KPK.
ASPIRASI + Indeks