Selasa, 2 September 2014 | 23:39 WIB
LINTAS JABAR

Garut Tetap Paling Rawan Terjadi Bencana

Oleh: Nul Zainul M
Priangan - Minggu, 14 April 2013 | 13:32 WIB
Pantai Santolo - inilah.com/Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Peta rawan bencana di berbagai daerah di Indonesia selalu mengalami pergeseran setiap tahunnya. Namun hingga kini, dari sekian banyak daerah rawan bencana, Garut masih tetap merupakan daerah dengan indeks rawan bencana tertinggi di Indonesia.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provnisi Jawa Barat, Sigit Sigit Udjwalaprana, kepada INILAH, di sela Sosialisasi Mitigasi Penanggulangan Bencana bagi Pengusaha/Pengelola Hotel dan Restoran di Hotel Sabda Alam kawasan wisata Cipanas Tarogong Kaler Garut, Sabtu (13/4).

Karenanya, tutur Sigit, masyarakat Kabupaten Garut dituntut memiliki daya antisipasi, daya adaptasi, serta daya lenting yang baik agar dapat memproteksi diri dari kejadian bencana dan meminimalisasi risiko dampak bencana. Terlebih karena kejadian bencana tidak dapat diprediksi, bisa terjadi kapan saja tidak bergantung kepada waktu, dan musim.


Dia kembali menegaskan, Kabupaten Garut tercatat sebagai daerah dengan indeks rawan bencana tertinggi se-Indonesia karena berbagai jenis bencana ada di Kabupaten Garut. Mulai bencana longsor, pergerakan tanah, gempa bumi, banjir, banjir bandang, angin puting beliung, tsunami hingga letusan gunung berapi.

Itulah sebabnya, lanjut Sigit, sosialisasi kebencanaan di Kabupaten Garut ini mesti dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang.

Termasuk soal kegunungapian, menyusul meningkatnya status gunung api Gunung Guntur dari aktif normal menjadi waspada saat ini.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Zatzat Munazat, melalui Sekretaris, Yosep Ruslan, mengatakan, selain sosialisasi, BPBD Garut juga terus melakukan pendataan dan pemetaan lokasi rawan bencana ke setiap pelosok.

Di lokasi-lokasi tertentu dinilai potensi rawan bencananya cukup besar dipasang papan peringatan, antara lain untuk tidak dijadikan tempat pemukiman warga.

Kerawanan bencana alam di Kabupaten Garut hampir merata di seluruh kecamatan. Di Kabupaten Garut terdapat hampir segala jenis bencana. Antara lain bencana kekeringan, kebakaran lahan hutan, banjir, banjir bandang, longsor, pergerakan tanah, tanah amblas, tanah retak, angin kencang dan angin puting beliung, gempa bumi,letusan gunung api, tsunami, dan kejadian antariksa.

Ancaman letusan gunung api yakni Gunung Papandayan meliputi kawasan Kecamatan Cisurupan, Bayongbong, Pamulihan, Cikajang, dan Sukaresmi. Ancaman letusan Gunung Guntur meliputi kawasan Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Garut Kota, Leles, Banyuresmi, dan Kadungora.

Pergerakan tanah rawan terjadi antara lain di Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, Cigedug, Garut Kota, dan Cikajang.

Ancaman banjir terdapat di daerah sepanjang aliran sungai Cimanuk, mulai Kecamatan Cikajang, Cisurupan, Bayongbong, Garut Kota, Tarogong Kidul, Banyuresmi, dan Leuwigoong, serta daerah lain di sepanjang sungai besar di wilayah selatan Garut. Seperti banjir bandang sungai Cipalebuh yang menerjang Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Cisompet, Mekarmukti, dan Pakenjeng.

"Dengan bentangan garis pantai sejauh 80 kilometer, mulai Kecamatan Cibalong hingga Caringin, Garut tentu juga rawan terjadi tsunami," imbuhnya. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DPRD Baru Kawal Pemprov
SEBANYAK 100 anggota DPRD Jabar resmi dilantik. Ahmad Heryawan berharap, para wakil rakyat bisa bersanding membangun Jabar.
ASPIRASI + Indeks