Minggu, 21 September 2014 | 13:02 WIB

Perhatian Perusahaan bagi Kaum Disabilitas Minim

Oleh: Ariez Riza Fauzy
Bandung raya - Jumat, 19 April 2013 | 14:46 WIB
ilustrasi

INILAH, Cimahi - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Cimahi menilai masih minimnya perusahaan yang melibatkan kaum disabilitas mendapatkan kesempatan bekerja. Padahal, secara hak dan kewajiban memiliki kesamaan dengan karyawan biasa.
Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kota Cimahi, Dedi Supardi mengatakan, sebanyak 507 dari berbagai perusahaan dengan jumlah 71.503 karyawan yang bekerja di Kota Cimahi, baru sekira 35 orang yang berkebutuhan khusus atau disabilitas turut bekerja di perusahaan di Kota Cimahi. Selain itu, hal tersebut sudah diatur berdasarkan UU Pasal 14 nomor 4 Tahun 1997 tentang kebutuhan khusus.
"Sebenarnya dalam UU tersebut mengatur tentang kewajiban setiap perusahaan yang mempekerjakan dengan minimal jumlah karyawan sebanyak 100 orang, maka perusahaan tersebut harus mempekerjakan 1 orang yang memiliki kebutuhan khusus atau Disabilitas," terang Dedi pada wartawan di Kantor Disnsosnakertrans, Jumat (19/4).
Dia menambahkan, dari 507 perusahaan yang ada di Kota Cimahi, tidak lebih dari 2 persen perusahaan yang menerima karyawan dari kaum disabilitas. Itu pun, lanjut dia, setelah pihaknya mensosialisasikan terhadap perusahaan tersebut guna melibatkan kaum disabilitas.
"Dari sekian banyak perusahaan hanya tujuh perusahaan yang menaati UU, salah satunya PT Holly Farma di kawasan industri Leuwigajah yang sudah mempekerjakan 8 karyawan yang memiliki cacat fisik, tetapi mereka (kaum disabilitas) umumnya memiliki tanggung jawab yang lebih loyal dan ulet dalam bekerja," jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya senantiasa melakukan pengawasan dan perlindungan bagi kaum disabilitas tersebut. Setiap perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas tersebut juga dalam memberikan beban kerja disesuaikan dengan kemampuan dan ketentuan sesuai peraturan.
"Mereka yang kebetulan memilki cacat secara fisik, tentu akan diberi pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya, tidak boleh melebihi kemampuan mereaka," terangnya.
Dia mengharapakan, kesadaran perusahaan melalui RT dan RW sekitar perusahaan tersebut, mereka melibatkan warga setempat yang memang ingin melibatkanya diperusahaan untuk bekerja. Untuk itu, kami juga sosialisasikan masalah disabilitas tersebut pada seluruh RT/ RW sekitar kawasan industri.
"Hal tersebut juga mengacu pada prioritas keterlibatan warga setempat wilayah industri, agar mereka yang memang masih mau meluangkan waktunya untuk berkarya di perusahaan, bekerja dan mendapat haknya," pungkasnya.[ang]
Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Jabar Awali Sejarah Monorel
SOFT launching monorel mewarnai pesta rakyat De Syukron 4 di Gedung Sate, Jumat (19/9). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berharap monorel tahap pertama rampung 2017.
ASPIRASI + Indeks