Sabtu, 26 Juli 2014 | 18:10 WIB
LINTAS JABAR

Sekda Cianjur Ogah Tempati Rumdin Seharga Rp4,5 M

Oleh: Benny Bastiandy
Pakuan - Kamis, 25 April 2013 | 14:00 WIB
Rumah dinas Sekda Kabupaten Cianjur - inilah.com/Benny Bastiandy

INILAH.COM, Cianjur – Rumah dinas (Rumdin) Sekretaris Daerh (Sekda) Kabupaten Cianjur senilai Rp4,5 miliar. Namun, Sekda Cianjur Bachrudin Ali enggan menempati rumah mewah yang didanai bantuan Pemprov Jabar dan Pemkab Cianjur itu.

Berdasar pantauan, rumah mewah berlantai dua di Jalan Terusan Pangeran Hidayatulloh, Kampung Limbangansari Desa Limbangansari Kecamatan/Kabupaten Cianjur itu terlihat sepi. Tidak ada aktivitas di bangunan yang didominasi warna abu-abu itu. Pintu gerbang pagar besinya pun tertutup rapat.

Bangunan milik Pemkab Cianjur yang diperuntukkan sebagai rumah dinas Sekda itu, dibeli Pemkab Cianjur dari R Atie Gandakusumah seharga lebih kurang Rp4,5 miliar tahun 2012 lalu di atas tanah seluas 978 meter persegi dengan luas bangunan 751 meter persegi.

Dananya berasal dari Bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sebesar Rp2 miliar ditambah alokasi dari Pemkab Cianjur sebesar lebih kurang Rp2,5 miliar. Meskipun sudah layak ditempati, namun Sekda Kabupaten Cianjur, Bachrudin Ali sendiri terkesan ogah menempatinya."Hanya sesekali saja. Saya jarang menempatinya," kata Bachrudin kepada INILAH di ruang kerjanya, Kamis (25/4/2013).

Bachrudin menyebutkan, anggaran pembelian rumah dinas itu bersumber dari dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat senilai Rp2 miliar ditambah APBD Kabupaten Cianjur sebesar lebih kurang Rp2,5 miliar.

"Kita memang dapat bantuan dari provinsi sebesar Rp2 miliar. Berdasarkan harga taksiran penghitungan dari tim appraisal terdiri dari pihak konsultan, Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim), NJPO (nilai jual objek pajak), serta harga rata-rata, perkiraan taksiran bangunan dan tanah itu sebesar Rp4,5 miliar. Kemudian dialokasikan dari APBD Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2012 sebesar lebih kurang Rp2,5 miliar," terangnya.

Bachrudin menyebutkan, pembayaran dilakukan sebanyak dua kali. Tadinya pun pembelian ada dua opsi bangunan, yakni bangunan dan rumah di Jalan Rumah Sakit serta di Jalan Pangeran Hidayatulloh.

"Namun dengan berbagai dasar pertimbangan, akhirnya dipilih bangunan dan tanah yang di Jalan Pangeran Hidayatulloh. Lokasinya memang strategis. Setidaknya memang rumah dinas sekda juga harus representatif," ujarnya.[tan]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
MACET NAGREG MENGGILA
JALUR Nagreg mulai ramai. Pemudik bermotor mendominasi jalur. Kendaraan mengular hingga 30 Km mulai dari Ciamis hingga Nagreg.
KARIKATUR + Indeks