Minggu, 23 November 2014 | 20:10 WIB
LINTAS JABAR

Empat Pemuda Pemerkosa Bocah Dicokok Polisi

Oleh: Benny Bastiandy
Pakuan - Kamis, 25 April 2013 | 21:40 WIB
ilustrasi

INILAH, Cianjur - Kiki (45), meluapkan amarahnya di Mapolsek Karangtengah Kabupaten Cianjur, Kamis (25/4). Dia meminta agar empat orang pelaku pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap anaknya yang sudah berhasil dibekuk aparat polisi, bisa dihukum setimpal dengan perbuatan mereka.

"Pelakunya harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Kami tidak rela anak saya harus meninggal dengan cara tragis," kata Kiki dengan nada tinggi kepada wartawan di Mapolsek Karangtengah, Kamis (25/4/2013).

Kejadian tragis yang dialami Dita Rosita, anak Kiki, terjadi Kamis (18/4) pekan lalu. Kasusnya terungkap ketika dilakukan otopsi di RSUD Cianjur. Saat itu, RSUD Cianjur menerima mayat seorang gadis belia yang dibawa salah seorang pelaku. Kabarnya, mayat Dita ditemukan di Jalan Baru Lingkar Timur, Kampung Tanjakan Salimut Desa Sukamanah Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur. Setelah dilakukan otopsi di RSUD Cianjur, mencuat kemungkinan adanya dugaan pemerkosaan sebelum korban dibunuh. Aparat kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan.

Hasilnya, empat dari lima pelaku, yakni CLH (21), DD (17), RP (16), dan AS (23), berhasil dicocok aparat Polsek Karangtengah. Dua di antara mereka masih tercatat sebagai pelajar di salah satu SMK di Cianjur. Berdasarkan pengakuan tersangka, sebelum dibunuh, korban diperkosa bergiliran dan dicekoki minuman keras di sebuah rumah kosong.

"Para pelaku terlebih dulu mencekoki korbannya dengan minuman keras hingga tak sadarkan diri. Saat itu para pelaku memerkosa korban hingga pingsan," kata Kapolsek Karangtengah, Kompol Darmadji kepada wartawan, Kamis (25/4/2013).

Melihat korbannya tak sadarkan diri, salah seorang pelaku menyumpal mulut korban menggunakan kaos. Panik, akhirnya salah seorang pelaku berniat membawa ke RSUD Cianjur. Namun dalam perjalanan korban mengembuskan nafas terakhirnya.

"Kami langsung mengembangkan kasus tersebut dengan terlebih dahulu mengangkap para pelaku. Empat orang berhasil ditangkap dan mengakui perbuatannya. Sedangkan satu orang pelaku masih dalam pengejaran petugas," ucapnya.

Para pelaku, kata Darmadji, dijerat pasal Undang Undang Perlindungan Anak pasal 81 ayat 1 Undang Undang tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 15 tahun penjara, dan pasal 291 ayat 2 KUHP dengan kekerasan terhadap perempuan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman 15 tahun penjara.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
UJIAN PERTAMA MERAH-PUTIH
PERJUANGAN Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2014 dimulai, Sabtu (22/11) petang WIB. Tuan rumah Vietnam jadi tantangan pertama skuat Merah-Putih.
ASPIRASI + Indeks