Minggu, 20 April 2014 | 17:47 WIB
LINTAS JABAR

Tambah Sawah Baru, Pemerintah Harus Bina Petani

Oleh: Vera Suciati
Priangan - Senin, 29 April 2013 | 18:50 WIB
inilah.com/Muhamad Syahri Romdhon

INILAH, Sumedang - Dosen Sosiologi dan Penyuluhan Fakultas Pertanian Unpad, Iwan Setiawan mengatakan, perkara yang paling sulit untuk memperluas lahan sawah baru bukan masalah teknisnya yaitu membangun bendung lalu mengairi sawah dengan sistim irigasi. Namun, pembinaan petani yang akan menggarap sawah adalah hal yang paling sulit.

“Hal paling sulit ketika pemerintah berupaya membuat sawah baru adalah membina petani, yaitu melakuakn penyulihan terhadap petani yang tadinya bukan petani padi kini harus menjadi petani padi dan mengolah sawah, sementara mengolah sawah tidak sama dengan menanam palawija,” kata Iwan Setiawan, salah satu pengajar di Fakultas Pertanian Unpad yang terlibat dalam pencetakan sawah baru di luar pulau Jawa ketika dihubungi INILAH, Senin (29/4/2013).

Menurut Iwan, jika pemkab sedang berupaya membuat sawah baru namun belum ada sistem pengairannya, maka hal yang pertama dilakukan adalah menyosialiasasikan program tersebut kepada masyarakat yang lahan atau ladangnya akan berbah menjadi sawah. Masyarakat yang sebelumnya bukan merupakan petani sawah, bisa saja meninggalkan ladangnya setelah penanaman.

“Pemerintah harus memastikan apakah masyarakat disekitar sawah baru nanti mau menjadi petani sawah alias petani padi, jangan sampai sawah sudah terbentuk tapi tidak ada penggarapnya atau sawah dengan tingkat produktivitasnya yang rendah karena minimnya pengetahuan dan kemauan si penggarap sawah,” kata Iwan.

Keberhasilan program sawah baru yag dicanangkan pemkab dan pemkot di Jawa Barat tidak hanya dipandang dari segi teknis, melainkan sistem penguatan kelembagaannya yaitu melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat sekitar.

Selain itu, masalah yang kerap kali dihadapi adalah, ketidaksetujuan pemilik lahan atas alihfungsi ladang menjadi sawah ini mengingat proporsi kepemilikan lahan di desa itu kini sebagian besar dikuasai atau dimiliki oleh penduduk kota.

“Kalau dalam perluasan sawah ini, ada ladang hak milik yang akan dialihfungsikan, maka harus dipastikan juga apakah pemilik lahan setuju atau tidak, masalahnya sebagian besar tanah di pedesaan itu kini bukan lagi milik penduduk desa melainkan sudah dikuasai penduduk kota,” kata Iwan.

Disebutkan Iwan, jika pemerintah tak sanggup dalam membenahi kelembagaan dan membina masyarakat calon petani sawah, maka program pencetakan sawah baru yang menjadi unggulan dalam upaya penguatan pangan merupakan hal yang sia-sia saja.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PATAHKAN MITOS GRESIK
DATANG ke Gresik, Persib Bandung mengusung ambisi ganda: mengakhiri rekor buruk sekaligus merebut kembali posisi puncak.
KARIKATUR + Indeks