Sabtu, 29 November 2014 | 04:28 WIB
LINTAS JABAR

Buruh Subang Tuntut UMK 2014 Capai Rp2,2 Juta

Oleh: Zaenal Mutaqin
Pantura - Rabu, 1 Mei 2013 | 16:50 WIB
inilahkoran.com/Zaenal Muttaqien

INILAH, Subang - Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang (ABS) menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang untuk menaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) pada 2014. Tuntutan disampaikan bersamaan dengan momentum May Day, Rabu (1/5/2013).

Koodinator Aksi, Anang Kusdanar mengungkapkan, momentum Hari Buruh Sedunia (May Day) bukan hari bisa, tapi merupakan hari yang menjadi titik awal mengelorakan perjuangan para buruh. Dengan monentum tersebut, pihaknya akan terus melakukan perlawanan menyuarakan tuntutan dan perjuangan para buruh.

Pada aksi May Day tahun ini, pihaknya menyuarakan beberapa tuntuan. Diantaranya, tolak politik upah murah, hapus sistem kerja kontrak dan outsurching, lawan pemberangusan serikat buruh, lindungi buruh migran TKI, dan Perda Pro buruh.

"Yang paling pokok, kami sepakat mendesak Pemkab Subang untuk menaikan UMK yang saat ini Rp1.005.000. Kita harapkan tahun 2014 nanti menjadi Rp2.200.000," tegas Anang.

Ratusan buruh pun meminta Kadisnakertrans untuk menandatangani kontrak politik yang berisikan pernyataan sikap pro terhadap buruh.

"Pada dasarnya kami setuju dengan tuntutan buruh karena tuntutan buruh sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan," Ujar Plt Kadisnakertrans Kabupaten Subang, Saad B Abdulgani.

Saad menambahan, tuntukan buruh yang meminta kenaikan UMK di tahun 2014 sah-sah saja. "Tuntutan itu sangat wajar, kami pun sepakat. Namun tetap, kita harus mengikuti pada peraturan yang sudah berlaku," tegasnya.

Ratusan buruh se-Kabupaten Subang mengelar aksi di depan Kantor Disnakertrans Kabupaten Subang, Jalan Mayjen Sutoyo No 29 Kabupaten Subang, Rabu (1/5/2013).[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
RACHMAT YASIN TAMAT
VONIS sudah jatuh. Penjara 5,5 tahun menanti Bupati Bogor non-aktif Rachmat Yasin (RY). Dia juga didenda Rp300 juta subsider kurungan tiga bulan penjara.
ASPIRASI + Indeks