Kamis, 23 Oktober 2014 | 06:54 WIB
LINTAS JABAR

Program Bupati Baru Gusur Sebagian Polres Sumedang

Oleh: vera suciati
Priangan - Minggu, 5 Mei 2013 | 14:32 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Sumedang – Pembangunan Bundaran Polres Sumedang akan terealisasi tahun ini menyusul segara diwujudkannya program-program pembangunan infrastruktur di Sumedang dalam 1000 hari program bupati Sumedang terpilih.

Dalam pembangunan ini, sebagian bangunan Polres Sumedang akan terkena penggusuran. Sebagian bangunan polres tersebut, antara lain dari mulai pos jaga lantas (lalu lintas), pelayanan SIM termasuk ruang Kasat Lantas, Ajun Komisaris Adanan Mangopang, Aula Cadas, ruang tahanan hingga sebagian asrama polisi.

“Ruang kerja saya juga ikut tergusur. Meski konsekuensi pembangunan jalan lingkar Polres ini akan terjadi penggusuran sejumlah lahan dan bangunan polres, kita sangat mendukung pembangunannya," kata Adanan, Minggu (5/5/2013).

Sebab, kata Adanan lagi, perekonomian daerah bisa dikatakan maju, salah satunya bisa dilihat dari kondisi jalannya. Kalau jalannya bagus dan lebar, berarti perekonomian daerah itu maju.

Sementara menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang Sudjatmomo yang membenarkan rencana pembangunan, menyebutkan, pembangunan jalan lingkar Polres ini merupakan program kerja bupati terpilih, H. Endang Sukandar.

Selain bangunan Polres yang akan tergusur, beberapa bangunan toko, sejumlah rumah warga, dan rumah makan juga deretan ruko akan ikut tergusur juga. Kantor atau instansi pemerintahan juga ada yang ikut tergusur.

“Bundaran Polres ini direncanakan terealisasi tahun ini, namun tentunya dimulai dengan sejumlah tahapan, belum sampai pada tahapan fisik,” kata Sudjatmoko.

Tahun ini agenda pembangunanya adalah pembebasan lahan. Seluruh lahan yang harus dibebaskan nilainya Rp 29 miliar. Namun apabila pembebasan lahan tidak termasuk lahan milik pemerintah, biaya pembebasan akan berkurang sekitar Rp11 miliar hingga Rp12 miliar. Pembebasan lahan direncanakan selesai pada tahun ini, sedang pembangunan fisik direncanakan dimulai pada 2014.

“Biaya pembangunan dari pusat sebesar Rp6– Rp7 miliar untuk konstruksi fisiknya,” kata Sujatmoko. [ing]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
LAGA PENENTUAN
PERSIB menjamu Persebaya di leg kedua babak delapan besar ISL. Kemenangan bakal membawa Maung Bandung ke semifinal.
ASPIRASI + Indeks