Jumat, 31 Oktober 2014 | 12:31 WIB
EKONOMI

Kopanti Kucurkan Rp3,8 M ke BPR Koperasi Jabar

Oleh: Astri Agustina
Ekbis - Rabu, 8 Mei 2013 | 07:30 WIB
Ilustrasi

INILAH, Bandung - Ketua Koperasi Pedagang Kaki Lima Panca Bhakti (Kopanti) Jawa Barat Andra A Ludin mengatakan saat ini Kopanti Jabar menginvestasikan dana sebesar Rp3,8 miliar ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Koperasi Jawa Barat.

Dana tersebut, kata Andra, dikucurkan ke BPR Koperasi Jawa Barat untuk disalurkan. Hal ini diharapkan bisa membangkitkan bisnis BPR tersebut.

Selain itu, dia mengharapkan jangan sampai nasabah, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah(UMKM) kesulitan saat mengajukan kredit.

"Harapannya, dana investasi itu diberikan agar tidak ada kesulitan bagi UMKM dalam mengajukan modal usaha," kata Andra di sela-sela RUPS PT Bank Perkreditan Rakyat Koperasi Jawa Barat, di Hotel Horison, Selasa (7/5).

Dia menjelaskan kucuran dana tersebut karena pihaknya menyadari bunga yang diberikan oleh BPR itu tergolong rendah, yakni 12-16 persen. Sehingga para peminjam modal usaha akan merasa diringankan dengan bunga sebesar itu.

Ke depannya, lanjut dia, Kopanti juga akan menggerakkan anggotannya untuk ikut bergabung bersama BPR. Sebanyak 518 anggota akan dikerahkan menjadi nasabah BPR.

"Kopanti memberikan dana investasi ini agar mendapatkan dana pinjaman dari BPR. Besarannya minimal itu bebas tentu. Sedangkan untuk maksimalnya bisa meminjam Rp500 juta. Dengan adanya kemudahan ini, semoga banyak pelaku usaha yang tertarik," jelasnya.

BPR Koperasi Jawa Barat BPR sendiri selama ini memang konsen untuk memberikan kredit. Fasilitas pembiayaan yang diberikan untuk usaha produktif 'perorangan' ini diberikan dalam bentuk kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI), dan kredit konsumtif (KK). Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan modal usaha atau investasi dengan jangan waktu pmbayaran sampai dengan tiga tahun.

Dengan adanya penanaman saham yang dilakukan oleh Kopanti, sambung Andra, diharapkan mampu mengembangkan pelaku UKM yang selama ini selalu terbentur dengan masalah permodalan.

"Tidak dipungkiri memang permodalan itu selalu menjadi masalah utama bagi para pelaku UKM. Makanya kita mengharapkan dengan adanya ini, lebih banyak lagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan usahanya dengan mengajukan kredit ke BPR," tutupnya. [den]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Pram Tolak DPR Tandingan
DRAMA pimpinan DPR tandingan terus bergulir. Namun, politikus PDIP Pramono Anung justru menolak rencana itu.
ASPIRASI + Indeks