Rabu, 27 Agustus 2014 | 15:53 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Inilah Cabup Garut yang KO di Ronde Pertama

Oleh: nul zainul mukhtar
Jabar - Minggu, 12 Mei 2013 | 11:16 WIB

INILAH.COM, Garut – Tujuh dari 22 pasangan calon bupati/wakil bupati Garut tersingkir langsung di penyisihan pertama. Siapa saja mereka.

Menurut Ketua KPU Garut, Aja Rowikarim, penyebab tak lolosnya pasangan calon dari jalur perseorangan itu adalah berkas mereka tidak memenuhi syarat batas minimal dukungan perseorangan yang mencapai sebanyak 89.783 dukungan (3% dari jumlah penduduk Kabupaten Garut) dengan sebaran minimal di 21 kecamatan (50% dari jumlah kecamatan).

Ketujuh pasangan balon perseorangan tidak lolos tersebut di antaranya terdapat Ketua DPC Partai Nasional Demokrat Kabupaten Garut, Komar Maryuna yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Posisinya sebagai balon Wakil Bupati Garut berpasangan dengan Holil Aksan Umar Zein (Ketua Presidium Masyarakat Garut Utara) selaku balon Bupati Garut.

Kedua pasangan tersebut hanya memiliki dukungan sebanyak 54.642 dukungan, sehingga dinyatakan KPU tak lolos mengikuti proses verifikasi.

Pasangan lain juga tidak lolos akibat jumlah dukungannya kurang, yakni Dikdik Darmika-Iwan Ridwan (63.777 dukungan), Asep Tapip Yani-Wisnu Gardjito (70.537), Nandang A Permana-Yayat Ridwan Dayun (50.497), dan Abas Syarifudin-Dedi Supriadi (66.115).

Satu pasangan balon yakni Rudi Yudistira-DA Yamin hingga batas Penerimaan Dokumen Dukungan berakhir, tak pernah menyerahkan berkas dukungannya. Sehingga dengan sendirinya dinyatakan tak lolos.

Begitu juga dengan pasangan Udan Hudayat-Kusnaeni yang gagal menghadirkan berkas dukungan ke KPU hingga batas waktunya berakhir. Kendati Tim pasangan tersebut hingga Sabtu (11/5) sore tampak masih ngotot membereskan berkas dukungan, sementara berkas dukungan para pasangan balon lain sudah didistribusikan ke setiap PPS (Panitia Pemungutan Suara) di berbagai wilayah di Kabupaten Garut untuk diverifikasi. “Mereka ngotot minta diverifikasi. Ya, silahkan saja kirim sendiri ke PPS-PPS,” kata Aja menyindir. [ing]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
ANTREAN BBM KIAN MENGGILA
SEJUMLAH SPBU di Kota Bandung mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium subsidi, Selasa (26/8). Polisi pun siap menindak para penimbun.
ASPIRASI + Indeks