Kamis, 23 Oktober 2014 | 17:58 WIB
LINTAS JABAR

Duh, Uang Bantuan Siswa Miskin Dipotong Kepsek

Oleh: Asep Mulyana
Pantura - Selasa, 14 Mei 2013 | 17:51 WIB
ilustrasi

INILAH, Purwakarta – Dunia pendidikan di Kabupaten Purwakarta kembali tercoreng. Pasalnya, kabar tak sedap kembali terdengar, di mana salah seorang oknum kepala sekolah di Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, diduga telah memotong bantuan siswa miskin (BSM) bagi 17 siswa.

Seharusnya, setiap siswa itu mendapatkan BSM Rp 550 ribu. Namun, pada kenyataannya yang diberikan oknum tersebut hanya Rp 15 ribu.

Salah satu orang tua siswa yang mendapat BSM, yang meminta identitasnya tak dipublikasikan mengatakan, anaknya yang baru duduk di kelas 7 SMP Satu Atap Desa Cileunca, Kecamatan Bojong termasuk yang mendapatkan batuan tersebut. Pada Jumat (10/5) kemarin, ada informasi ke sekolah, bahwa uang BSM sudah cair. Adapun di sekolah tersebut yang mendapatkan BSM, ada sekitar 17 siswa.

“Anak saya masuk daftar yang mendapatkan BSM. Kemudian, pada Sabtu (11/5) anak saya bersama 16 rekannya disuruh kepala sekolah untuk mengambil uang itu di kantor Pos,” ujar dia, Selasa (14/5).

Saat itu juga, sambung dia, 17 anak tersebut berkumpul di sekolah. Mereka diantar kepala sekolah dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan tujuan kantor pos Bojong. Sebab, BSM itu ditransfer melalui kantor pos.

Setelah menyelesaikan administrasi, masing-masing anak mendapat satu amplop yang berisi uang. Saat itu, ada salah satu anak yang melihat jumlah uangnya. Ternyata, sampai Rp 550 ribu.

Namun, saat anak-anak itu sudah di dalam mobil kepala sekolah lagi dan hendak menuju pulang, amplop yang mereka pegang langsung diambil oknum kepala sekolah itu. Dengan alasan, uang tersebut akan digunakan untuk kepentingan siswa baru nanti. Sebagai penggantinya, 17 anak itu hanya diberi uang sebesar Rp 15 ribu,”cetus dia.

Setibanya di rumah, anak tersebut menceritakan ke orang tua masing-masing. Tentu saja, orang tua 17 anak itu berang. Mereka memrotes kebijakan kepala sekolah tersebut.

“Seharusnya, bila bantuan itu akan dikelola sekolah, ya minimal ada pembicaraan terlebih dulu dengan orang tua murid. Supaya, orang tua mengerti dan tidak timbul salah paham. Namun, dari pihak kepala sekolah maupun guru, tidak ada pembicaraan sebelumnya. Hal ini, yang membuat orang tua kecewa. Kalau bicara baik-baik, kami tak akan curiga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pembantu Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Bojong, Asep Khoerudin mengaku, belum menerima laporan soal BSM tersebut. Sebab, sampai saat ini BSM untuk siswa SD masih belum cair. Jadi, UPTD masih belum mengetahui soal kejelasan BSM tersebut.

“Kalau untuk siswa SMP sudah cair. Artinya, itu bukan kewenangan kita,” ujarnya.

Dengan kata lain, sambung dia, BSM untuk SMP tidak ditangani oleh UPTD. Melainkan, langsung oleh dinas di kabupaten. Terkait dengan jumlah siswa miskin di Bojong yang diusulkan mendapatkan bantuan ini, mencapai 300 anak. Mereka tersebar di 23 sekolah dasar (SD).

Dihubungi terpisah, Kadisdikpora Kabupaten Purwakarta, Andrie Chaerul mengaku, belum menerima laporan mengenai dugaan pemotongan uang BSM tersebut. Pihaknya berjanji, akan segera menelusuri kebenanarannya.

“Tidak boleh kepala sekolah memotong uang BSM anak. Seharusnya, langsung diberikan ke orang tua siswa,”tegasnya.

Akan tetapi, masalahnya kebanyakan orang tua siswa suka memanfaatkan bantuan itu untuk kepentingan lain. Misalkan, untuk membeli beras. Padahal, pemerintah mengucurkan bantuan itu untuk meminimalisasi angka drop out siswa akibat tidak mampu membeli perlengkapan sekolah. Seperti, gara-gara tak punya sepatu, tas, buku, anak tersebut putus sekolah.

“Jadi, uang BSM ini fungsinya untuk menunjang kegiatan mengajar dan belajar siswa tidak mampu. Mereka yang tak punya fasilitas penunjang, diberi bantuan oleh pemerintah. Supaya, anak-anak tersebut semangat dalam menuntut ilmu,”pungkasnya. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PERSIB KE SEMIFINAL
PERSIB menaklukkan Persebaya 3-1 di Stadion si Jalak Harupat. Di atas kertas, Persib sudah menggenggam tiket ke semifinal Kompetisi ISL.
ASPIRASI + Indeks