Sabtu, 29 November 2014 | 14:13 WIB
LINTAS JABAR

Majalengka Peringkat 16 Rawan Bencana di Indonesia

Oleh: Muhamad Syahrir Romdhon
Pantura - Selasa, 14 Mei 2013 | 21:15 WIB
inilah.com/Muhamad Syahri Romdhon

INILAH, Majalengka – Berdasarkan indeks daerah rawan bencana, Kabupaten Majalengka menduduki peringkat ketujuh di Jabar dan peringkat ke-16 di Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Bayu Jaya, kondisi geografis yang dipenuhi perbukitan, dan banyaknya dataran tinggi menjadi faktor utama tingginya potensi rawan bencana alam, khususnya longsor, dan gempa berskala kecil. Selain itu, karakter tanah yang empuk pula menjadi penyebab banyaknya bencana alam.

"Paling cukup mengerikan, kalau sudah musim hujan. Curah hujan tinggi, perlu siap siaga, dan antisipasi yang sangat ketat, karena potensi terjadinya longsor sangat mudah terjadi," jelas Bayu saat meninjau di lokasi longsor di Desa Sindang Pala Kecamatan Banjaran Majalengka, Selasa (14/5).

Lebih detail, Bayu menjelaskan, daerah rawan bencana di Majalengka, terdapat di 15 kecamatan, antara lain, Kecamatan Lemah Sugih, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Cingambul, Talaga, Banjaran, Aragapura, dan kecamatan lain yang memiliki dataran tinggi. Karena itu, Bayu bersama tim BPBD Majalengka, rutin melakukan sosialisasi sebagai bentuk antisipasi prabencana.

Salah satunya adalah, pihaknya mengimbau melakukan cocok tanam bertani di samping tebing atau bukit yang berjarak tinggi, seperti di bukit lokasi longsor. Pasalnya, dia tidak memiliki penyanggah yang kuat.

"Kami tidak dapat memastikan dengan kecondongan atau kemiringan tanah sekian derajat. Karena tetap saja, karakter tanah berbeda-beda, ada yang kuat, dan lemah. Oleh karena itu, kami hanya bisa menghimbau dan memberi pemahaman saja bahwa menanam padi di lokasi tersebut kurang baik, dan rawan menimbulkan bencana," jelas Bayu yang baru dua tahun menjabat kepala BPBD.

Selain itu, secara berkala, pra maupun pascabencana, pihaknya rajin sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah, hinga pondok pesantren untuk memberi pemahaman tentang bencana, dan bagaimana antisipasi, dan menghindarinya. [den]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
RACHMAT YASIN TAMAT
VONIS sudah jatuh. Penjara 5,5 tahun menanti Bupati Bogor non-aktif Rachmat Yasin (RY). Dia juga didenda Rp300 juta subsider kurungan tiga bulan penjara.
ASPIRASI + Indeks