Sabtu, 1 November 2014 | 02:09 WIB
LINTAS JABAR

Dahana Jajaki Pengembangan Teknologi Bom Fuse

Oleh: Zaenal Mutaqin
Pantura - Rabu, 15 Mei 2013 | 16:10 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Subang - Teknologi industri pertahanan militer kini tidak lagi didominasi dan bergantung pada luar negeri, khususnya Amerika Serikat dan Eropa. Kini Indonesia sudah memiliki kemampuan teknologi untuk memproduksi sendiri berbagai kebutuhan militer yang sebelumnya harus diimpor.

Beberapa BUMN yang potensial mendukung kemandirian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) disinergikan dalam BUMN industri strategis. Salah satunya yakni PT Dahana (Persero), yang fokus menggarap berbagai bahan peledak untuk kebutuhan militer.

Saat ini, Dahana tengah menjajaki pengembangan produksi massal Bom Fuse untuk kebutuhan militer dalam negeri. Proyek ini merupakan kelanjutan dari kesuskesan Dahana memproduksi isian Bom P-100.

Fuse sendiri merupakan pemantik otomatis untuk mengarahkan bom pada sasaran yang tepat tanpa dikendalikan. Tanpa teknologi fuse yang ditanamkan pada bom P-100, bom tersebut hanya bisa meledak dengan akurasi sasaran yang rendah pasca ditembakan dari pesawat tempur.

Kedepannya, Bom Fuse produksi Dahana akan dipasang pada pesawat tempur Sukhoi yang dimiliki TNI AU. Selain itu, tak menutup kemungkinan Bom Fuse yang rencananya akan diproduksi di Subang diekspor ke pasar negara Asia yang cukup potensial mengingat teknologi Fuse masih terbilang langka.

Proyek vital Dahana sendiri direncanakan akan selesai dan produksi Bom Fuse akan dimulai tahun 2015 mendatang. Hal ini sejalan dengan niat pemerintah menambah armada pesawat tempur Sukhoi menjadi satu skuadron. Saat ini, TNI AU baru memiliki 10 pesawat tempur made in Rusia ini. Untuk teknologi pembuatan Bom Fuse, melalui Kementerian Pertahanan, perusahaan akan menggandeng Armaco dari Bulgaria melalui skema transfer teknologi berkelanjutan.

Direktur Pengembangan dan Teknologi PT Dahana (Persero), Bambang Agung mengatakan, proyek Bom Fuse akan disinergikan dengan industri isian handak yang telah lebih dulu dikerjakan. Seperti Bom P-100, roket R-Han, dan Blast Effect Bomb. “Bila terealisasi, proyek ini akan menghemat devisa negara untuk membeli alutsista dari luar negeri,” tegas Bambang.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
KOALISI JOKOWI TERBELAH
MAKIN runcing saja kisruh di tubuh DPR. Kubu KIH tetap menggelar rapat paripurna perdana DPR tandingan. Namun Pramono Anung tak mau hadir.
ASPIRASI + Indeks