Jumat, 31 Oktober 2014 | 16:47 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Pelantikan Aher-Demiz, Gubernur Se-Indonesia Hadir

Oleh: Dadi Haryadi
Jabar - Kamis, 16 Mei 2013 | 16:35 WIB
Aher-Demiz

INILAH.COM, Bandung - Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar terpilih yang digelar pada 13 Juni 2013 di Gedung Merdeka hampir matang.

"Persiapan pelantikan hampir matang, sudah 75%," ujar Sekwan DPRD Jabar, Ida Hernida kepada wartawan di Gedung DPRD Jabar, Kamis (16/5/2013).

Dia menjelaskan yang telah rampung meliputi tempat, koordinasi pihak terkait, prosesi pelantikan, dan fasilitas tambahan lainnya. Hal tersebut merupakan hasil dari enam kali rapat perencanaan.

Sedangkan hal yang belum dilakukan salah satunya adalah penyebaran undangan. Rencananya, sebanyak 3.600 undangan akan disebar.

"Paling lambat, undangan akan disebar H-10," katanya.

Menurutnya, para undangan tersebut berasal dari berbagai kalangan mulai dari pejabat pemerintah, akademisi hingga tokoh masyarakat. Selain Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, acara itu juga akan dihadiri Gubernur se-Indonesia dan DPRD provinsi se-Indonesia. Tak lupa, hadir pula Bupati/Walikota se-Jabar dan DPRD tingkat Kabupaten/Kota se-Jabar.

Para undangan, katanya, akan ditempatkan pada tiga tempat berbeda mengingat kapastitas Gedung Merdeka yang terbatas. Gedung bersejarah tersebut ditaksir hanya menampung 2.000 orang.

Nantinya, lanjut Ida, sebanyak 1.200 undangan yang tergolong VIP akan menempati Gedung Merdeka, sedangkan 1.200 undangan di Jalan Braga pendek dan 1.200 undang di Jalan Cikapundung Timur. Kedua jalan tersebut akan ditutup dan dipasang tenda untuk sementara waktu karena akan menjadi tempat bagi para undangan yang tidak tertampung Gedung Merdeka.

"Kami ingin seluruh perwakilan masyarakat bisa hadir dalam pesta akhir demokrasi ini," bebernya.

Ida menyatakan sebelum acara pelantikan, Gubernur-Wakil Gubernur terpilih akan melakukan aksi jalan kaki dari Savoy Homman menuju Gedung Merdeka. Demi aksi itu, Jalan Asia Afrika akan ditutup sementara waktu.

"Kami mohon maaf jika masyarakat pengguna jalan lainnya terganggu karena acara ini," ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan pihaknya menjadi leading sector acara pelantikan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar tersebut karena bagian dari Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jabar. Namun demikian, acara tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai instansi terkait.

Dia mencontohkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menyumbang acara kesenian hiburan, sedangkan Dinas Informasi dan Komunikasi akan membantu penyedian layar televisi bagi undangan yang berada di luar gedung.

Ida mengaku pihaknya sangat terbantu berkat keterlibatan berbagai instansi tersebut. Pasalnya, anggaran pelantikan sangat terbatas. Alokasi anggaran pelantikan disatukan dengan acara penyampaian visi dan misi Cagub-Cawagub Jabar beberapa waktu lalu. Nilainya, hanya sekitar Rp400 juta.

"Kami ingin prosesi yang khidmat, sederhana dan dinimati seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku sempat berfikir ulang terkait jumlah undangan yang akan disebar pada acara pelantikan nanti. Jumlah 3.600 undangan dinilai terlalu banyak karena dikhawatirkan akan mengganggu masyarakat.

"Saya sempet mikir lagi apakah jumlah undangan tersebut rasional atau enggak, kalau terlalu banyak mungkin hanya 2.000 undangan saja," bebernya.

Selain itu, dia juga sempat berfikir untuk memindahkan acara pelantikan di Gedung Merdeka ke tempat lain yang dinilai lebih besar. Sebab, kawasan Gedung yang tergolong Heritage tersebut dinilai terlalu sempit.

"Yang paling susah itu lahan parkirnya, mau di mana coba," katanya.

Namun demikian, pihaknya tetap mendukung Gedung Merdeka sebagai tempat pelantikan meski kondisinya dinilai kurang mendukung. Pasalnya, acara pelantikan orang nomor satu dan dua di Jabar selalu diselenggarakan di gedung tersebut.

"Sudah menjadi tradisi sejak dulu, acara pelantikan pasti di Gedung Merdeka," pungkasnya. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Pram Tolak DPR Tandingan
DRAMA pimpinan DPR tandingan terus bergulir. Namun, politikus PDIP Pramono Anung justru menolak rencana itu.
ASPIRASI + Indeks