Jumat, 19 Desember 2014 | 01:17 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Naik, Realisasi PBB Jabar 2012 Capai Rp1,34 T

Oleh: Dadi Haryadi
Jabar - Jumat, 17 Mei 2013 | 10:30 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Bandung - Realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) sektor pedesaan dan perkotaan 2012 di Jabar mencapai Rp1,34 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dari pencapaian 2011 sebesar Rp1,32 triliun dan 2010 sebesar Rp1,25 triliun.

"Realisasi PBB tahun 2012 sebesar Rp1,34 triliun atau lebih tingg dari yang ditargetkan sebelumnya Rp995 miliar," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada wartawan usai Penyerahan Piagam dan Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Kab/Kota yang berhasil atas kinerja pemungutan dan pengelolaan administrasi PBB Pajak Perkotaan dan Pedesaan (P2) tahun 2012 di Gedung Sate, Jumat (17/5/2013).

Dia menjelaskan, pengelolaan PBB memasuki era baru dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Aturan itu menimbulkan pengalihan kewenangan pengelolaan mulai dari pendataan, penilaian, penetapan, pengadministrasian, pemungutan/penagihan serta pelayanan PBB P2 dari pemerintah pusat kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota.

Pengalihan pengelolaan PBB P2 tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk pelaksanaan desentralisasi fiskal. Pemerintah daerah dituntut lebih mandiri baik dari segi pembiayaan maupun dalam menentukan arah pembangunan.

"Pengalihan itu juga akan mengurangi tingkat ketergantungan daerah kepada dana bagi hasil pajak dan bukan pajak, DAU maupun DAK yang selama ini menjadi primadona dalam penerimaan pendapatan daerah," katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, sampai tahun 2013, terdapat 15 kabupaten/kota yang sudah mengelola PBB P2 secara mandiri. Kabupaten Bogor dan Kota Depok menjadi percontohan sejak 2012, sedangkan 11 kabupaten/kota lainnya pada 2014.

Heryawan berharap kabupaten/kota yang masih dalam proses persiapan agar menjalani seluruh tahapan dengan baik. Tidak hanya itu, perlu juga dilakukan sharing knowledge dengan kabupaten/kota yang sudah mandiri.

Dia pun meminta kabupaten/kota agar mengidentifikasi dan menentukan potensi riil objek pajak dan retribusi daerah. Namun demikian, peningkatan penerimaan daerah harus berdasarkan perhitungan potensi yang realistis. Pihaknya masih menemukan kecenderungan pemerintah daerah membuat retribusi yang terkesan mengada-ada dan dinilai bisa membebani masyarakat.

"Pajak dan retribusi jangan sampai diekploitasi untuk meningkatkan pendapatan," bebernya.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Otonomi dan Kerja Sama Pemprov Jabar, Sonny S Adisudarma menyatakan, Pemprov Jabar melalui Tim Intensifikasi PBB akan terus mengawal dan memberikan dukungan fasilitas terhadap proses pengalihan PBB P2 menjadi pajak daerah kabupaten/kota. Upaya yang dilakukan diantaranya penyelenggaraan Diklat Teknis Penilaian PBB P2, Workshop IT, Bimbingan Teknis, Pelatihan Juru Sita Pajak, mediasi dan konsultasi kepada pemerintah pusat.

Selain itu, pihaknya juga berupaya mendorong melalui Bantuan Keuangan PBB Award untuk digunakan sebagai sarana dan prasarana pengelolaan PBB ke kabupaten/kota. Bantuan itu diharapkan bisa menunjang kinerja daerah dalam pemungutan dan pengelolaan PBB P2.

"Kita akan terus dorong melalui pendampingan dan pelatihan-pelatihan," pungkasnya.

Sementara itu, penghargaan terbagi dalam beberapa kelompok berdasarkan nilai pendapatan. Kelompok I sampai dengan Rp10 miliar, Kelompok II Rp10 miliar-Rp14 miliar, Kelompok III Rp14 miliar-Rp20 miliar, Kelompok IV Rp20 miliar-RP25 miliar, Kelompok V Rp25 miliar-Rp56 miliar, Kelompok VI diatas Rp56 miliar.

Berikut peringkat 1 dari masing-masing kelompok dan nilai dana bantuan keuangan yang diberikan. Kelompok I adalah Kabupaten Kuningan Rp238 juta. Kelompok II adalah Kabupaten Tasikmalaya Rp265 juta. Kelompok III adalah Kabupaten Cianjur Rp292 juta. Kelompok IV adalah Kabupaten Cirebon Rp319 juta. Kelompok V adalah Kabupaten Purwakarta Rp346 juta. Kelompok VI adalah Kabupaten Bekasi Rp400 juta.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PUTING BELIUNG KEPUNG BANDUNG
PUTING beliung menerjang kawasan Bandung Timur. Puluhan rumah rusak, jalanan macet. Seorang nenek, tewas tertimpa bangunan.
ASPIRASI + Indeks