Rabu, 20 Agustus 2014 | 13:49 WIB

Bau Tak Sedap di Rumah Dada Rosada

Oleh:
Fokus inilah - Sabtu, 18 Mei 2013 | 08:45 WIB

INILAH, Bandung - Kasus korupsi dana bansos terus bergulir dan semakin mengerucut ke sosok paling berwenang di Kota Bandung, Dada Rosada. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin menggeledah rumah dinas dan rumah pribadi wali kota yang akan segera mengakhiri masa jabatannya itu.

Bak lalat yang sedang mengejar sumber aroma busuk, para penyidik memeriksa setiap ruangan, termasuk kamar tidur Pak Wali, dan mengambil barang-barang yang diharapkan bisa dipergunakan untuk menyingkap tabir korupsi dana bansos secara menyeluruh.

Ini penggeledahan kedua yang dilakukan KPK terhadap Dada. Dua bulan lalu para penyidik menggeledah kantor wali kota dan menyita sejumlah dokumen dan berkas. Beberapa hari sebelumnya KPK mengeluarkan surat pencekalan terhadap Dada. Sampai sejauh ini, dia belum ditetapkan sebagai tersangka.

Wali Kota Bandung untuk dua periode itu mulai dibidik KPK sejak operasi tangkap tangan terhadap Wakil Ketua PN Bandung Setyabudi Tejocahyono ketika menerima suap dari orang-orang yang dikenal punya hubungan dekat dengan Dada.

Setyabudi adalah hakim yang menjatuhkan vonis mencurigakan terhadap tujuh pegawai Pemkot Bandung yang diadili dalam kasus korupsi dana bansos. Ketujuh terdakwa itu masing-masing cuma divonis satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider satu bulan penjara. Padahal, perbuatan mereka menyebabkan kerugian negara Rp9,4 miliar. Apalagi yang dikorup adalah dana bansos yang secara resmi dianggarkan untuk membantu meringankan beban hidup rakyat miskin.

Dari para tersangka kasus penyuapan tersebut, KPK menengarai uang suap itu berasal dari hasil urunan kalangan Pemkot dan atas sepengetahuan Wali Kota.

Apakah nama Dada Rosada akan menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat hukum? Bisa ya, bisa tidak. Tapi, apa pun jadinya, yang patut kita lakukan adalah terus mendorong KPK untuk menuntaskan setiap kasus korupsi di negeri ini.

Kita juga berharap Pak Dada bisa membuktikan dirinya bersih dan sekaligus sudi membantu KPK untuk mengungkap setiap bentuk penyalahgunaan uang rakyat di lingkaran birokrasi yang dipimpinnya. Dia masih punya waktu sekitar empat bulan lagi untuk berbuat yang terbaik bagi warga Bandung yang telah memilihnya dua kali berturut-turut.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) akhir masa jabatannya yang dia sampaikan di depan DPRD sehari sebelum rumahnya digeledah KPK, Dada mengakui dia gagal menuntaskan empat persoalan yang menjadi prioritas masa jabatannya yang kedua: sampah, infrastruktur, angkutan perkotaan, dan pedagang kaki lima.

Untuk empat hal itu barangkali publik bisa memakluminya. Tapi, tiada maaf untuk masalah korupsi. Dada sebaiknya memanfaatkan sisa empat bulan ini dengan menjadi justice collaborator. Siapa tahu happy ending. [den]

0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DJIBRIL COMEBACK
MAUNG Bandung murka. Firman Utina dkk menggasak Persijap Jepara 5-0. Laga itu juga jadi pembuktian striker Persib Djibril Coulibaly.
KARIKATUR + Indeks