Kamis, 24 Juli 2014 | 02:22 WIB
LINGKAR BANDUNG

PT EGI Pertanyakan Pencabutan Seng di Baksil

Oleh: Dery FG
Metro bandung - Senin, 20 Mei 2013 | 17:42 WIB
ilustrasi - inilah/Bambang Prasethyo

INILAH, Bandung - Konsultan Humas PT Esa Gemilang Indah (EGI) selaku pengembang restoran di Babakan Siliwangi (Baksil) meminta massa lebih empati terhadap aset perusahaan.


Permintaan itu timbul menyikapi insiden pencabutan seng oleh massa penolak pembangunan restoran di Baksil.


"Pencabutan seng penutup ya? Itu milik privat PT EGI. Saya balik bertanya, kalau pagar rumah mereka dicabut, apa sikap mereka? Apa perasaan mereka. Kita tidak mau terlalu jauh soal pidana atau perdata," ujar Dadan disela-sela aksi aktivis dan seniman menolak komersialisasi Baksil di Plaza Balai Kota Jalan Wastukencana, Senin (20/5/2013).


Dia akan lebih menghargai saluran hukum yang akan dilakukan massa, seperti legal standing atau class action. Pihaknya siap menghadapi setiap upaya hukum dan mematuhi putusannya.


"Kita akan hadapi setiap upaya hukum karena itu hak mereka yang dilindungi undang-undang. Silakan saja," tuturnya. [ito]

Berita Lainnya
1 Komentar
abah @ Selasa, 21 Mei 2013 | 10:26 WIB "Pencabutan seng penutup ya? Itu milik privat PT EGI. Saya balik bertanya, kalau pagar rumah mereka dicabut, apa sikap mereka? Apa perasaan mereka, kalau pagar rumah mereka kan milik pribadi...., kalau tanah BAKSIL milik siapa....? apakah milik PT.EGI....Ngaca dong....., itu tanah milik warga kota Bandung...,makanya warga ngotot supaya kawasan BAKSIL tetap menjadi Hutan Kota.....
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
JOKOWI PRESIDEN
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Joko Widodo- Jusuf Kalla pemenang pilpres.
KARIKATUR + Indeks