Jumat, 31 Oktober 2014 | 21:10 WIB

Tiga Nama Pengganti Edi Siswadi Sudah di Gubernur

Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar
Metro bandung - Senin, 20 Mei 2013 | 21:10 WIB
Wali Kota Bandung Dada Rosada - inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Bandung - Diam-diam Wali Kota Bandung Dada Rosada telah menyiapkan tiga nama pengganti Edi Siswadi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). Tiga nama tersebut sudah diajukan ke Pemprov Jabar yaitu Asisten Pemerintahan dan Plt Sekda Yossi Irianto, Asisten Perekonomian Ubad Bachtiar, dan Asisten Administrasi Umum Dadang Supriyatna.

"Tiga nama sudah diajukan ke provinsi, yaitu Pak Yossi, Pak Dadang, dan Pak Ubad. Salah satu dari mereka akan menjadi Sekda menggantikan Edi Siswadi yang mengundurkan diri," ujar anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung Jalan Aceh, Senin (20/5/2013).

Menurut Tomtom, tiga nama tersebut sudah mengikuti fit and proper test. Dia berharap penetapan Sekda dilakukan segera karena pada Juni nanti sudah masuk Kebijakan Umum Anggaran, Platporm Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) untuk anggaran perubahan.

"Dewan mendapatkan pemberitahuan minggu lalu. Secara formal memang belum, hanya pemberitahuan secara lisan sudah. Juni ini kan masuk KUA PPAS disambung Agustus dilakukan pembahasan," ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKS) Kota Bandung, Evi S Shaleha mengakui telah menyerahkan tiga nama Calon Sekda Kota Bandung ke Pemprov Jabar. Namun tidak diketahui kapan penetapannya.

"Tiga nama ini memang usulan Pemkot Bandung. Lalu mereka mengikuti fit and proper test oleh Baperjakat Pemprov. Sekarang menunggu rekomendasi Kemendagri," jelas Evi.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Pram Tolak DPR Tandingan
DRAMA pimpinan DPR tandingan terus bergulir. Namun, politikus PDIP Pramono Anung justru menolak rencana itu.
ASPIRASI + Indeks