Sabtu, 26 Juli 2014 | 06:02 WIB
EKONOMI

Masih Pembebasan Lahan, BIJB Ditarget Selesai 2017

Oleh: Astri Agustina
Ekonomi - Selasa, 21 Mei 2013 | 19:30 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Bandung - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Aerocity saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.

Untuk pembebasan lahan tersebut, kata Dedi, pemerintah provinsi mengalokasikan dana sebesar Rp293 miliar yang bersumber dari APBD. Hingga kini, pembabasan lahan yang sudah dilakukan seluas 647,5 hektare.

"Lahan yang tersedia mencapai 718 hektare dan yang sudah dibebaskan 647,5 hektare. Rencananya jika semua berlangsung lancar, 2017 mendatang Kertajati akan beroperasi," ujar Dedi saat ditemui di Bandara Husein, belum lama ini.

Tahun depan, kata dia, pembangunan terminal akan dilakukan. Pemerintah pusat sendiri tengah sibuk mengerjakan runway.

Jika tak ada hambatan, BIJB yang memliki luas 1.800 hektare tersebut akan memiliki tiga landasan pacu. Pengerjaan sendiri dilakukan dalam beberapa tahap. Dan proses pembebasan lahan ditargetkan selesai pada tahun ini.

"Pemprov Jabar hingga saat ini sudah mengalokasikan dana sebesar Rp175 miliar untuk pembebasan lahan seluas 102 hektare di dua desa, Desa Sukakerta dan Sukamulya. Nantinya kedua desa itu akan dijadikan landasan pacu," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan, Herry Bakti S Gumay mengharapkan Bandara Kertajati bisa selesai lebih cepat. Jika proyek tersebut ditargetkan bisa selesai pada 2017 mendatang, pihaknya berharap bisa digarap lebih cepat. Karena, pengerjaan yang selesai lebih cepat akan lebih baik.

"Lebih cepat lebih baik. Kalau bisa operasionalnya tidak pada 2017 seperti target semula. Karena tidak ada salahnya jika proses pengerjaannya dipercepat," ucap Herry.

Herry memaparkan pemerintah mendukung rencana pembangunan BIJB. Dukungan tersebut diperlihatkan dengan turut andilnya pemerintah dalam pembangunan runway.

Terkait Bandara Karawang, Herry menjelaskan, rencana pembangunan bandara tersebut untuk mendukung Bandara Soekarno-Hatta yang sudah overload penumpang.

"Masih dikaji. Adanya rencana itu kan memang karena melihat kondisi Soekarno-Hatta yang sudah overload penumpang. Untuk keputusan jadi atau tidaknya, tahun ini putusannya," tutupnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
MACET NAGREG MENGGILA
JALUR Nagreg mulai ramai. Pemudik bermotor mendominasi jalur. Kendaraan mengular hingga 30 Km mulai dari Ciamis hingga Nagreg.
KARIKATUR + Indeks