Jumat, 31 Oktober 2014 | 10:58 WIB

Kasus Video Porno, Wabup Bogor Besok Diperiksa

Oleh: ahmad sayuti ak
Hukum - Rabu, 22 Mei 2013 | 19:35 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Bandung – Tersangkut kasus penyebaran video porno, Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturachman harus berurusan dengan polisi. Rencananya, besok dia harus menjalani pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Martinus Sitompul, membenarkan rencana pemeriksaan orang nomor dua di Kabupaten Bogor itu. Dia akan diperiksa untuk pertama kalinya pada Kamis (23/5/2013) sekitar pukul 10.00 WIB setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Besok pemeriksaannya sekitar pukul 10.00 WIB oleh Ditkrimum,” paparnya saat dihubungi wartawan, Rabu (22/5/2013).

Martinus Sitompul membenarkan soal ditetapkannya Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturochman sebagai tersangka. Dia disangka terlibat dalam kasus dugaan penyebaran video porno yang mirip anggota DPRD Jabar, Ruddy Harsa Tanaya.

Sejatinya, ini bukan panggilan pertama untuk Karyawan. Sebelumnya, polisi juga sudah melayangkan surat panggilan untuk menjalani pemeriksaan pada Senin (20/5/2013) lalu. Tapi, saat itu Karyawan tidak datang memenuhi panggilan.

Atas dugaan tersebut, katanya, Karyawan dikenakan Pasal 29 UU 44/ 2008, tentang pornografi. Dalam pasal itu, disebutkan setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi atau onani, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin, atau pornografi anak dengan ancaman 12 tahun penjara. [ing]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DPR Kian Memprihatinkan
RICUH pemilihan pimpinan komisi DPR berbuntut. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk pimpinan DPR tandingan.
ASPIRASI + Indeks