Jumat, 19 Desember 2014 | 19:07 WIB
LINTAS JABAR

Mekanisme Penerimaan Siswa Baru Masih Tarik Ulur

Oleh: Asep Mulyana
Pantura - Minggu, 26 Mei 2013 | 15:57 WIB
inilah/Bambang Prasethyo

INILAH, Purwakarta - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta belum juga menetapkan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pembahasan mekanisme tersebut sudah berlangsung sejak sepekan lalu.

Penetapan sangat diperlukan sebagai acuan setiap orang tua siswa guna menghitung berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan agar pendidikan anak-anaknya tetap berkelanjutan.

Salah satu yang persoalan yang menjadi fokus utama dalam pembahasan tersebut, yakni tarik ulur antara digratiskan atau tetap bayar dalam PPDB ini. Indikasi perdebatan sengit sempat terjadi, setelah adanya wacana yang sempat mencuat bahwa harus adanya penerapan biaya PPDB, serta keinginan sebaliknya dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, agar setiap siswa dibebaskan dari berbagai pungutan.

Menurut Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikpora Kabupaten Purwakarta, Diaudin, mekanisme serta pola PPDB tahun ajaran 2013-2014 sebenarnya sudah selesai. Akan tetapi, keputusan akhirnya tinggal menunggu paraf dari kepala dinas, sebelum akhirnya diterapkan dan berlaku bagi sekolah negeri penyelenggara PPDB.

“Dinas dengan para kepala sekolah sudah membahas mekanismenya selama seminggu ini, dan sudah ada hasil. Hanya saja, untuk menerapkannya masih menunggu legalisasi dari Pak Kadis,”ujar Diaudin.

Diakui dia, pihaknya pun berharap aturan ini bisa segera diterapkan. Meskipun masih terdapat adanya perdebatan soal perlu tidaknya pembebanan biaya.

Meski demikian, Diaudin enggan membuka hasil dari rapat pembahasan tersebut. Dirinya beralasan, sangat tidak etis jika hal tersebut dibuka ke publik sebelum mendapat persetujuan Kepala Disdikpora Andrie Chaerul.
Begitu pun soal apakah ada beban biaya bagi setiap orang tua siswa atau tidak, dirinya masih tetap enggan berkomentar.

Walaupun, secara pribadi Diaudin menginginkan adanya pembebasan dari setiap biaya. Orang tua murid pasti menginginkan pendidikan gratis benar-benar direalisasikan dari tingkat dasar hingga lanjutan atas.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan, keinginannya untuk menggratiskan biaya pendidikan. Sebab pendidikan merupakan salah satu amanat yang secara tegas tercantum dalam konstitusi.

“Dalam setiap persoalan yang menyangkut masyarakat, Negara harus hadir. Tidak terkecuali masalah pendidikan. Untuk itu, kita menargetkan pendidikan bisa gratis, baik dari tingkat SD, SMP, maupun SMU,”ujar Dedi singkat. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PUTING BELIUNG KEPUNG BANDUNG
PUTING beliung menerjang kawasan Bandung Timur. Puluhan rumah rusak, jalanan macet. Seorang nenek, tewas tertimpa bangunan.
ASPIRASI + Indeks