Kamis, 24 April 2014 | 05:06 WIB
EKONOMI

Minim Sosialisasi, UMKM di Cimahi Malas Urus Izin

Oleh: Ariez Riza Fauzy
Ekonomi - Rabu, 29 Mei 2013 | 07:52 WIB

INILAH, Cimahi – PemkotCimahi dianggap tidak maksimal melakukan sosialisasi terhadap para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Buktinya, sampai saat ini sebanyak 600 unit UMKM belum memiliki izin operasional.

Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Cimahi Ike Hikmawati, Selasa (28/5). Padahal menurut Ike, izin usaha pada dasarnya dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha maupun pemerintah. Terlebih, perkembangan UMKM di Cimahi kini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

Ike menjelaskan, bagi para pelaku usaha memiliki izin operasional berguna dalam menjamin legalitas usahanya. Selain itu, izin operasional juga bisa menjadi data akurat bagi pemerintah sebagai dasar dalam memproyeksikan kebijakan ekonomi.

Minimnya sosialisasi, kata Ike, menjadi persoalan utama bagi para pelaku usaha yang mayoritas bergerak di bidang kuliner. Terlebih, para pelaku usaha masih menganggap biaya pembuatan izin usaha cukup mahal.

“Pihak eksekutif harusnya memberi keringanan kepada pelaku UMKM dalam pembuatan izin mendirikan bangunan dan beberapa persyaratan lainnya yakni Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Izin Tempat Usaha (SITU), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Sebab faktanya, tak sedikit dari mereka masih berlabel home industry,” jelasnya.

Terkait penilaian itu Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Cimahi, Endang Hidayat tidak memungkirinya. Namun dia berkilah, selama ini pihaknya terus berupaya agar seluruh pelaku usaha di Cimahi memiliki surat izin operasional.

Namun Endang menuding, kesadaran para pelaku usaha dalam mengurus perizinan masih sangat rendah. Dengan kondisi itu, dia mengaku tak bisa berbuat banyak karena dalam aspek penindakan maupun pemberlakuan sanksi bukan merupakan kewenangan instansinya.

Selama ini, lanjut Endang, pihaknya hanya bisa mendata serta menerbitkan surat izin terhadap para pelaku usaha yang mengajukan. Tercatat, pada 2012 lalu KPPT telah menerbitkan surat izin usaha perdagangan (SIUP) kepada 322 pelaku usaha. Jumlah itu meningkat di banding 2011 yang hanya mencapai 200 SIUP.

Endang mengatakan, jumlah pelaku UMKM di Cimahi saat ini sebanyak 5.511 pelaku usaha. Sementara itu, untuk jumlah pelaku usaha yang belum melakukan pengurusan surat izin operasional sebanyak 600 pelaku usaha.

"Kami berharap seiring bertambahnya jumlah pelaku usaha kesadaran mereka dalam melakukan pengurusan izin juga semakin tinggiagar secara hukum dan legalitas operasionalnya dapat terjamin," pungkasnya.[den]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
KPK Bidik BCA
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan dugaan manipulasi pajak BCA. Dalam waktu dekat, lembaga antirasuah itu bakal memeriksa pejabat BCA.
KARIKATUR + Indeks