Jumat, 1 Agustus 2014 | 20:52 WIB
LINGKAR BANDUNG

Isu BBM, Harga Sembako Sudah Merangkak Naik

Oleh: Ariez Riza Fauzy
Bandung raya - Rabu, 29 Mei 2013 | 14:43 WIB
inilah.com/Bambang Prasethyo

INILAH, Cimahi- Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pertengahan Juni mendatang berimbas pada sejumlah harga kebutuhan pokok di Cimahi yang mulai merangkak naik.

Para pedagang menilai pemerintah tidak mampu mengontrol harga sembako akibat dari isu kenaikan BBM tersebut.

Dari hasil pantauan INILAH di lapangan beberapa harga bahan pokok serta komoditas sayur-mayur di sejumlah pasar tradisional Kota Cimahi mulai merangkak naik. Selain itu, harga ayam potong pun saat ini telah mencapai Rp27.000 per kilogram dari sebelumnya Rp24.000 per kilogram.

"Keputusan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat padahal belum sepenuhnya tuntas karena masih dalam pembahasan, akan tetapi faktanya di lapangan secara konkret harga sembako malah sudah lebih dulu naik," kata salah satu pedagang ayam Pasar Cimindi Rusnandar (43), di Cimahi, Rabu (29/5).

Dia menambahkan, bukan hanya harga ayam potong yang mengalami kenaikan, sejumlah komoditi lainnya pun ikut naik meski kebijakan menaikkan harga BBM belum diputuskan.

Harga cabai, bawang putih, telur, ikut naik. Harga cabai merah keriting misalnya dari harga sebelumnya Rp18.000 kini menjadi Rp20.000, katanya.

Dia menilai pemerintah dalam membuat kebijakan seharusnya tidak menyengsarakan rakyat. Masyarakat kecil yang kini mengalami kesulitan ekonomi makin terbebani seandainya kenaikan BBM ditetap diberlakukan.

"Harga pun tentu akan naik, sehingga terpaksa kami menjual dengan harga yang disesuaikan," ucapnya.

Hal senada diungkapkan pedagang beras di Pasar Atas Ahmad (38) yang mengaku harga sembako kini mulai merangkak naik. Bahkan, dalam dua pekan terakhir harga selalu berubah sekitar Rp500.

Saat ini harga beras berkisar antara Rp 7.500 hingga Rp.8.500 per kilo. Sementara harga awal hanya sekitar Rp6.800, tuturnya.

Hal tersebut, lanjutnya, menimbulkan kekhawatiran naiknya harga kebutuhan pokok. Sebab, seiring dengan adanya rencana kenaikan harga BBM, semakin besar kemungkinan adanya kenaikan harga sembako.

"Kami berharap pemerintah dapat mengkaji rencana tersebut karena akan berdampak pada masyarakat. Terlebih, jelang bulan ramadan," pungkasnya. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
MACET NAGREG MENGGILA
JALUR Nagreg mulai ramai. Pemudik bermotor mendominasi jalur. Kendaraan mengular hingga 30 Km mulai dari Ciamis hingga Nagreg.
KARIKATUR + Indeks