Selasa, 29 Juli 2014 | 17:42 WIB
EKONOMI

Harga Emas Fluktuatif, Hati-Hati Untuk Investasi

Oleh: Astri Agustina
Ekonomi - Kamis, 6 Juni 2013 | 12:55 WIB
inilah.com

INILAH.COM, Bandung – Branch Manager PT Trimegah Securitas Asep Saefuddin mengatakan banyaknya masyarakat yang memilih untuk berinvestasi emas karena harga emas yang kerap mengalami peningkatan, harus tetap waspada.

Bukannya tanpa resiko. Investasi emas, kata Asep, tetap memiliki resiko yang cukup riskan, sama seperti halnya investasi uang. Pasalnya, harga emas yang fluktuatif dan bergantung kepada perkembangan ekonomi dunia harus menjadi pertimbangan.

“Banyak orang yang menilai invetsasi emas itu menjanjikan karena harganya yang cenderung naik. Padahal itu adalah hal yang keliru. Karena siapapun yang investasi emas, harus mencermati perkembangannya,” ujar Asep, Kamis (6/6/2013).

Asep menuturkan emas merupakan sebuah komoditi yang menjadi patokan pasar dunia. Sehingga wajar bila banyak masyarakat yang memilih berinvetsasi emas. “Tetap cermat karena harga emas akan menguat jika nilai tukar Dollar AS melemah,” imbuhnya.

Assistant Vice President PT Valbury Asia Futures Ervan Permadi menjelaskan, publik seharusnya benar-benar cermat saat memilih komoditi emas sebagai lahan berinvestasi. Karena, banyak perusahaan investasi yang menawarkan beragam produk dan keuntungan menarik.

“Kalau mau investasi emas apapun itu bentuknya mau antam, emas batangan, perhiasan atau saham, publik tetap harus hati-hati. Karena emas itu harganya bisa naik dan juga turun. Fluktuatif sekali,” tuturnya.

Khusus untuk invetsasi saham, lanjutnya, publik benar-benar harus paham dan memahami betul iklim investasinya. Menurutnya, publik harus selektif dalam memilih perusahaan tempatnya berinvestasi.

Saat ini, tak jarang perusahaan yang memiliki layanan investasi emas dengan keamanannya terjamin oleh pemerintah. Sehingga, dengan adanya jaminan tersebut, publik tak perlu khawatir selama lembaga dan perusahaan tersebut memiliki track record baik.

“Sebelum melakukan investasi, sebaiknya cari dulu informasi yang jelas mengenai lembaga atau perusahaannya. Jangan terlalu terburu-buru. Pilih perusahaan atau lembaga yang bisa menjamin keselamatan investasinya. Karena cukup banyak perusahaan yang tidak mendapat penjaminan pemerintah,” jelasnya.

Pengamat ekonomi perbankan Universitas Padjadjaran, Aldrin Herwany mengatakan, ada banyak cara untuk mengetahui investasi bodong yang belakangan kasusnya merebak dipermukaan. Salah satunya adalah dengan melihat penawaran imbal hasilnya.

“Perhatikan suku bunga perbankan, kalau tidak sesuai besar kemungkinan investasi itu tidak sehat. Karena pada umumnya imbal hasil investasi bodong sekitar 4-5 persen perbulan. Tidak akan masuk akal jika seandainya suku bunga tabungan perbankan sekitar 6-7 persen pertahun. Masyarakat harus waspada,” tutupnya.

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
MACET NAGREG MENGGILA
JALUR Nagreg mulai ramai. Pemudik bermotor mendominasi jalur. Kendaraan mengular hingga 30 Km mulai dari Ciamis hingga Nagreg.
KARIKATUR + Indeks