Kamis, 17 April 2014 | 13:53 WIB
LINTAS JABAR

IPDN Tertutup Soal Foto Bayi Rektor di You Tube

Oleh: Vera Suciati
Priangan - Jumat, 7 Juni 2013 | 15:05 WIB

INILAH, Sumedang - IPDN masih enggan berkomentar terkait tayangan video berdurasi 32 detik berisikan foto-foto bayi laki-laki dengan berbagai pose yang ada di You Tube.

Video yang diunggah oleh seseorang bernama Dimas Sumaryadi ini berjudul "IPDN Dimas I Putu Sumaryadi anak yang tidak diakui oleh rektor IPDN Bandung".

Menyangkut video itu Rektor IPDN I Nyoman sulit ditemui. Kabag Humas IPDN Ujad Rusdia, menyatakan rektor memang berada di kantornya sejak Jumat pagi (7/6/2013) hingga selepas siang.

Namun, pihaknya tidak bisa memastikan apakah pimpinanya itu mau menemui wartawan atau tidak terkait isu yang sudah ramai beredar di dunia maya dan beberapa media massa.

"Bapak sih ada hari ini sampai siang, tapi kan kadang agenda berubah-ubah, jadi nggak tahu juga apakah bisa atau tidak," kata Ujad.

Ujad hanya menyatakan pihaknya belum mendapatkan perintah atau intruksi apapun dari pimpinannya terkait isu yang sedang menimpanya.

"Saya nggak tahu ya, karena pimpinan belum mengintruksikan apapun," kata Ujad yang menyebutkan dirinya sudah menonton video tersebut namun enggan berkomentar.

Humas juga tidak menyimpulkan apakah isu ini merupakan suatu pencemaran nama baik lembaga atau tidak.

"Apapun masalah yang dihadapi kami tunggu dulu intruksi dari pimpinan," kata Ujad lagi.

Sampai selepas siang ini, I Nyoman masih sulit ditemui oleh sejumlah wartawan yang sudah menungguinya sejak pagi. Dari keterangan staf humas IPDN, agenda rektor hari ini hanya di seputar kampus saja.
Namun pada sore harinya, rektor biasanya ada kegiatan perkuliahan di Jakarta. Untuk bertolak ke Jakarta biasanya selepas siang rektor langsung meninggalkan ruangan kerjanya.[ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Moral Runtuh, Pembunuhan Marak
DALAM waktu berdekatan, polisi ketiban dua kasus pembunuhan keluarga.
KARIKATUR + Indeks