Kamis, 27 November 2014 | 23:54 WIB

Hasil Survey Anjlok, ESWAN Tambah 'Kukurusukan'

Oleh: Dery FG
Metro bandung - Jumat, 7 Juni 2013 | 15:59 WIB
inilah.com/Dicky Zulfikar Nawazaki

INILAH, Bandung - Edi Siswadi-Erwan Setiawan (ESWAN) menanggapi positif hasil survey Rectoverso Institute yang menyodorkan fakta anjloknya elektabilitas pasangan nomor urut 1 ini.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi dan menjadi dasar harus menambah blusukan ke pusat kegiatan masyarakat.

"Ini jadi bahan evaluasi. Kami bersyukur hasil survey ini bukan hasil akhir. Tetapi berdasarkan kondisi sekarang. Masih ada dua minggu lagi untuk memperkuat kepercayaan dengan kukurusukan ke masyarakat," ujar Erwan usai kampanye ESWAN di RT 3 RW 7 Kelurahan Sukabungah Kecamatan Sukajadi, Jumat (7/6/2013).

Dia mencontohkan kasus Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 kemarin yang tidak pernah menempatkan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar di posisi pertama berbagai lembaga survey. Namun pada pencoblosan, seluruh hasil survey dijungkirbalikan dengan menempatkan Aher-Demiz sebagai pemenang.
"Pilgub saja jadi contoh. Paling penting kita bekerja, turun langsung ke rakyat. Survey ini membuat kita tidak akan terlena. Saya bersyukur dengan hasil survey," tegas Erwan diamini Edi Siswadi.

Berdasarkan survey terbaru Rectoverso Institute, pasangan Edi Siswadi-Erwan Setiawan (ESWAN) melorot dilewati pasangan Ayi Vivananda-Nani Suryani (AN) dan Ridwan Kamil-Oded M Danial (RIDO) dalam raihan suara pemilih.
Survey dilakukan pada 26 Mei-4 Juni 2013. Pasangan AN meraih 32,75 persen suara, disusul RIDO 28,33 persen, sedangkan ESWAN di posisi tiga dengan perolehan suara pemilih 24,61 persen.

Padahal masih dari survey lembaga itu yang dilakukan di periode awal 2-7 Mei 2013, awalnya ESWAN menempati perolehan suara terbanyak dengan 30,44 persen. Sedangkan AN menempati urutan dua dengan 26,89 persen dan RIDO 19,78 persen. [ito]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
ORBA BANGKIT LAGI
PEMERINTAH melarang Munas Partai Golkar IX di Bali. Sikap itu menuai reaksi. Orde Baru bangkit lagi?
ASPIRASI + Indeks