Kamis, 28 Agustus 2014 | 06:05 WIB
LINTAS JABAR

Sidang Kasus Pembunuhan di Cianjur Ricuh

Oleh: Benny Bastiandy
Pakuan - Senin, 10 Juni 2013 | 15:23 WIB
Sidang perdana perkara pembunuhan disertai perkosaan terhadap pelajar SMA di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur Senin (10/6/2013), berakhir ricuh - inilah.com/Benny Bastiandy

INILAH.COM, Cianjur - Sidang perdana perkara pembunuhan disertai perkosaan terhadap pelajar SMA di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur Senin (10/6/2013), berakhir ricuh. Keluarga korban menyerang dua orang terdakwa usia persidangan.

Berdasarkan pantauan, persidangan yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIB menghadirkan dua terdakwa, yakni DHA (17) dan RP (17). Karena masih di bawah umur, persidangan digelar di Ruang Sidang Anak. Proses persidangan berlangsung hampir 2,5 jam. Agendanya, dakwaan terhadap terdakwa dan menghadirkan 6 saksi.

Persidangan berjalan tertutup. Namun selama berjalannya persidangan, keluarga korban yang didominasi perempuan sudah menunggu di luar sidang. Mereka masih menyimpan dendam kepada para terdakwa.

Tepat sekitar pukul 14.20 WIB persidangan pun usai Majelis hakim dan anggota ke luar dari dalam ruang sidang. Ketika para terdakwa akan digiring ke sel tahanan PN Cianjur, tiba-tiba seorang perempuan berpakaian oranye, bercelana jins, dan tanpa memakai alas kaki, menyerang kedua terdakwa yang masih berada di dalam ruangan dari pintu belakang ruang sidang.

Para petugas dari Kejaksaan Negeri Cianjur, PN Cianjur, maupun aparat kepolisian berupaya menenangkannya. Namun saking emosinya, dia sulit diamankan. Para petugas pun kewalahan.

Kericuhan pun pecah di dalam ruang sidang. Sedangkan keluarga korban lainnya pun ikut menyerang terdakwa. Tak ayal, bogem mentah melayang ke arah wajah kedua terdakwa.

Beruntung, kedua terdakwa segera dibawa ke sel tahanan PN Cianjur meskipun sempat dikejar-kejar keluarga korban.

"Demi Allah, aing teu ridho alo aing dikitu-kitu ku maneh. (Demi Allah, saya tidak ridho keponakan diperlakukan seperti itu oleh kalian). Ku aing ditungguan lamun maneh ka luar ti penjara. (Saya tunggu kalian ketika ke luar dari penjara)," teriak perempuan berpakaian oranye yang belakangan diketahui bernama Tini itu. [gin]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
ANTREAN BBM KIAN MENGGILA
SEJUMLAH SPBU di Kota Bandung mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium subsidi, Selasa (26/8). Polisi pun siap menindak para penimbun.
ASPIRASI + Indeks