Sabtu, 26 Juli 2014 | 01:16 WIB
LINTAS JABAR

Balon Banyak, KPU Garut Khawatir Dana Membengkak

Oleh: Zainulmukhtar
Priangan - Senin, 10 Juni 2013 | 16:20 WIB
Contoh surat suara Pilbup Garut 2013 - inilah.com/Zainulmukhtar

INILAH.COM, Garut - Membeludaknya pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Garut pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Garut 2013, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut khawatir. Salah satunya dengan membengkaknya anggaran untuk setiap tahapan, termasuk pemeriksaan kesehatan para balon.

"Kita alokasikan biaya pemeriksaan balon itu Rp7,5 juta per orang. Semula kita perkirakan ada 9 pasangan balon. Jadi ada 18 orang balon yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Tapi melihat perkembangan saat ini, kita harus bisa menyiasatinya supaya dengan alokasi dana yang ada tapi hasilnya maksimal," kata Sekretaris KPU Kabupaten Garut, Ayi Dudi, Senin (10/6).

Menurut Dudi, pihaknya mengasumsikan ada 20 pasangan balon yang lolos. Mereka terdiri atas 15 pasangan balon perseorangan, dan 5 pasangan balon dari jalur partai politik. Sehingga diasumsikan, jumlah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebanyak 40 orang.

"Sesuai Undang-undang, pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah itu ditanggung negara. Termasuk bagian dari dana Pilbup di KPU," tegas Ayi.

Dalam pelaksanaannya, tutur Ayi, pemeriksaan kesehatan para balon Bupati dan Wakil Bupati Garut itu dilakukan tim medis di rumah sakit pemerintah yang direkomendasikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Tim medis terdiri atas berbagai dokter spesialis, termasuk ahli penyakit dalam dan ahli jiwa.

"Yang menentukan fit atau tidaknya calon itu adalah tim dokter. Kalau memenuhi kriteria sehat, ya lolos. KPU sendiri nggak bisa memaknai hasil diagnosa dokter. KPU hanya minta keterangan rujukan sehat atau tidaknya calon. Kalau nanti ada apa-apa, kembali ke tim dokter," jelas Ayi.

Terkait pemeriksaan balon tersebut, kata Ayi, KPU tidak bisa langsung bekerjasama dengan pihak rumah sakit. Jika itu dilakukan, dikhawatirkan rumah sakit dapat dipengaruhi balon, khususnya balon incumbent.

"Makanya kita hanya kerja sama dengan IDI. Sebab IDI dianggap lembaga independen," tegasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan balon, KPU juga dipusingkan dengan desain surat suara yang harus dicetak bila pasangan balon yang lolos mencapai sebanyak 20 pasangan. Ukuran surat suara dipastikan cukup besar sehingga dikhawatirkan tidak praktis bagi pemilih dalam menentukan pilihannya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Ukuran pencetakan lembar surat suara bisa jadi melebihi ukuran surat suara Pileg 2009. Bisa jadi rekor tersendiri. Sebab di Pileg itu kan tidak dilengkapi foto. Tapi di Pilbup harus dengan foto calon," ujarnya.

Ketua IDI Kabupaten Garut, Husodo menegaskan, pemeriksaan terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati Garut harus dilakukan menyeluruh meliputi kesehatan jasmani dan rohani.

"Yang dicari kan yang sehat jasmani dan rohani," ujar Husodo.

Rumah sakit yang direkomendasikan sebagai tempat pemeriksaan calon Bupati dan Wakil Bupati yakni RSU dr Slamet Garut.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
MACET NAGREG MENGGILA
JALUR Nagreg mulai ramai. Pemudik bermotor mendominasi jalur. Kendaraan mengular hingga 30 Km mulai dari Ciamis hingga Nagreg.
KARIKATUR + Indeks