Sabtu, 26 Juli 2014 | 10:06 WIB
LINTAS JABAR

Masa Tanggapan DCS Rentan Praktik Kampanye Hitam

Oleh: Benny Bastiandy
Pakuan - Rabu, 12 Juni 2013 | 16:42 WIB
ilustrasi

INILAH, Cianjur - Masa tanggapan masyarakat terhadap para bakal calon legislatif (caleg) Pemilu 2014 yang dijadwalkan berlangsung 13-17 Juni 2013, dinilai akan rentan terhadap upaya praktik kampanye hitam. Sebab, selama masa itu, masyarakat bisa menyampaikan langsung mengenai kondisi sebenarnya setiap bakal caleg melalui surat resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Divisi Teknis KPU Kabupaten Cianjur, Asep Rudiyana mengatakan sesuai jadwal, tahapan, dan program, KPU Cianjur akan mengumumkan DCS Pemilu 2014 kepada masyarakat. Berkaitan dengan masa pengumuman DCS, KPU membuka kesempatan kepada masyarakat memberikan tanggapannya terhadap para calon wakil rakyatnya.

"Selama masa itu, kami persilakan masyarakat memberikan tanggapannya, tapi dengan catatan harus menyertakan identitas jelas. Kalaupun nanti tanggapannya bersifat kasuistis, tentunya harus pula disertakan bukti-buktinya. Kalau hanya sekadar memberikan tanggapan tanpa identitas jelas alias surat kaleng, tidak akan kami akomodasi, sebab dikhawatirkan akan rentan menjadi ajang black campaigne atau mengarah ke unsur fitnah," kata Asep kepada INILAH di ruang kerjanya, Rabu (12/6/2013).

Tanggapan masyarakat terhadap DCS, menurut Asep, sangat penting peranannya. Sebab, tanggapan itu bisa menjadi rekomendasi layak atau tidaknya setiap bakal caleg sebelum ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT), karena yang lebih mengetahui langsung kondisi setiap bakal caleg adalah masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing.

Mekanisme tanggapan itu sendiri, sebut Asep, masyarakat bisa mengirimkan langsung surat tanggapannya secara resmi dengan menyertakan identitas.

"Pentingnya peranan tanggapan masyarakat itu, nantinya bisa menggugurkan pencalonan bakal caleg ketika apa yang menjadi aduan itu terbukti setelah diputuskan inkrah oleh pengadilan," kata Asep.

Namun begitu, kata Asep, karena bukan lembaga penindakan, berbagai bentuk tanggapan masyarakat yang dinilai sudah memenuhi persyaratan, maka selanjutnya KPU akan berkoordinasi dengan partai politik bakal caleg bersangkutan untuk meminta klarifikasinya.

Termasuk juga dengan jajaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang nanti akan memprosesnya melalui Gakumdu. "KPU itu dalam hal ini sifatnya pasif, karena lebih mengurusi secara administratif. Nanti pawaslu yang memprosesnya," tutur Asep.

Sayangnya, masa tanggapan itu berkaca pada pemilu sebelumnya, sebetulnya kurang mendapatkan tanggapan serius dari masyarakat. Artinya, animo masyarakat memberikan tanggapan dinilai masih sangat kurang.

"Nah kondisi ini memang menjadi kendala karena ketertarikan masyarakat memberikan tanggapan terhadap para bakal caleg masih sangat minim. Padalah nanti ketika kita mengumumkan DCS itu, semua bakal caleg akan ditempel di semua wilayah. Tapi mudah-mudahan kali ini animo masyarakat memberikan tanggapan bisa meningkat sebagai sebuah pendidikan politik dan menciptakan iklim demokrasi," tandasnya.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
MACET NAGREG MENGGILA
JALUR Nagreg mulai ramai. Pemudik bermotor mendominasi jalur. Kendaraan mengular hingga 30 Km mulai dari Ciamis hingga Nagreg.
KARIKATUR + Indeks