Kamis, 18 Desember 2014 | 18:25 WIB

Hancurnya Menara Gading IPDN

Oleh:
Fokus inilah - Jumat, 21 Juni 2013 | 08:45 WIB

INILAH, Bandung - Ada tiga ukuran keberhasilan,namun sekaligus bisa menjatuhkan seorang pria,yakni harta, takhta, dan wanita. Barangkali itulah yang menimpa Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) I Nyoman Sumaryadi.

Gara-gara diterpa skandal istri simpanan dan penelantaran anak, Nyoman akhirnya menyatakan mengundurkan diri. Permintaan mundur tersebut disampaikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi, Kamis (20/6) kemarin.

Adalah Susi Susilowati (36), wanita yang akhirnya menjatuhkan karier Nyoman di institut pencetak pamong praja ternama di negeri ini. Lahirnya Dimas I Putu Sumaryadi yang diklaim hasil hubungannya dengan Nyoman membuat sang rektor gerah dan akhirnya memutuskan mundur.

Mundurnya Nyoman, tentunya menjadi pukulan berat bagi IPDN, juga institusi pendidikan lainnya. Betapa tidak, sejak berdiri pada 1952 saat masih bernama Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), lembaga ini telah banyak menelurkan birokrat dan pejabat andal. Alumninya banyak yang menjadi gubernur dan wali kota/bupati. Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan salah satunya, yang kini menjadi Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKA PTK) Jabar.

Selama ini, IPDN bagaikan menara gading, sebuah tempat mulia yang tak tersentuh rakyat jelata. Orang-orang yang masuk ke dalamnya adalah yang terpilih dari seluruh Indonesia. Sebagian dari mereka pulalah yang nantinya menjadi pemimpin atau pejabat publik di daerah asalnya.

Namun,menara gading yang kemilau itu pun ternoda. Dimulai dengan terkuaknya praktik kekerasan para praja senior terhadap juniornya. Kita masih ingat kasus tewasnya praja Wahyu yang dianiaya seniornya pada 2003 silam. Kejadian serupa menimpa Cliff Muntu di tahun 2007. Bahkan karena kasus Cliff itu, I Nyoman Sumaryadi yang saat itu menjabat Rektor IPDN sempat dicopot. Saat ini bukan skandal kekerasan yang mengguncang IPDN dan menggusur sang rektor, tapi skandal wanita simpanan yang berbuah anak.

Mundurnya Nyoman, di satu sisi, perlu diapresiasi sebagai tindakan gentleman seorang pemimpin. Namun di sisi lain, ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemimpin kita, agar senantiasa berupaya menjadi suri teladan, apalagi di menara gading seperti IPDN, tempat lahirnya para birokrat dan pemimpin daerah di seluruh Indonesia. Sehingga,tidak tergelincir gara-gara harta, takhta,maupunwanita. [den]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
SUDAH TERPIDANA JADI TERDAKWA
HERI Nurhayat tampaknya harus menutup tahun 2014 dengan suram. Sudah jadi terpidana lima tahun bui, dia kini terancam hukuman 20 tahun penjara.
ASPIRASI + Indeks