Jumat, 22 Agustus 2014 | 16:48 WIB
LINTAS JABAR

Penambangan Pasir Besi di Cidaun Dihentikan

Oleh: Benny Bastiandy
Pakuan - Rabu, 26 Juni 2013 | 13:23 WIB
Penambangan Pasir Besi - istimewa

INILAH.COM, Cianjur- Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur akan menghentikan sementara aktivitas penambangan pasir besi PT Mega Top Inti Selaras di Kampung Cikamurang Desa Sukapura Kecamatan Cidaun.

Kebijakan itu diputuskan menyusul terjadinya kerusuhan saat berlangsung aksi unjuk rasa, Selasa (25/6/2013). Penghentian itu dilakukan hingga konflik permasalahan diselesaikan.

"Kami tidak tahu kalau ada penolakan dari masyarakat, karena saat dikeluarkan IUP (Izin Usaha Pertambangan) dulu, masyarakat sekitar setuju. Namun kita putuskan menutup sementara aktivitas sampai permasalah selesai. Nanti akan kami bahas dengan berbagai instansi lainnya, maupun pihak perusahaan," kata Kepala Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Muttaqien, Rabu (26/6/2013).

Oting mengaku, PT Mega Top Inti Selaras sebetulnya sudah mengantongi IUP yang dikeluarkan tahun 2010 lalu atau sebelum adanya moratorium penambangan pasir besi. Namun hingga saat ini belum ada aktivitas eksploitasi karena sedang melengkapi pembangunan dermaga dan pabrik.

"Sesuai aturan, sebelum dieksploitasi harus ada dulu dermaga dan pabrik. Pihak perusahaan sendiri sudah mengantongi rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat dan izin dari Kementerian Perhubungan. Jadi intinya, secara perizinan sudah lengkap," katanya.

Camat Cidaun, Heli Kuswandi melalui Kabag Humas dan Keprotokolan Setda Kabupaten Cianjur, Jejen Jaenudin mengatakan, saat ini kondisi di lokasi sudah mulai kondusif. Permasalahan pun sudah dimusyawarahkan dipimpin Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti, unsur muspika, dan unsur desa setempat.

"Kondisi saat ini sudah terkendali karena sudah dimusyawarahkan. Tapi pengamanan masih dilakukan dari Polres Cianjur dibantu Polres Sukabumi," kata Jejen, Rabu (26/6/2013).

Jejen mengatakan, tidak ada masyarakat yang menjadi korban penembakan peluru karet dalam aksi yang berlangsung anarkistis itu. Hanya saja ada beberapa masyarakat yang terluka karena terkena lemparan batu. "Tidak ada korban yang kena peluru karet, hanya ada yang terluka karena lemparan batu," sebutnya.

Dia menyebutkan, hingga kini PT Mega Top Inti Selaras belum melakukan aktivitas eksploitasi karena prosesnya sangat panjang. Saat ini yang sudah dilakukan survei dan pembuatan dermaga.

"Eksploitasi belum dilakukan. Sekarang kan baru dalam tahap survei dan pembangunan dermaga," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Masyarakat Cianjur-Kidul sekaligus Korwil Forum Jabar Selatan, Danda Juanda mengaku, setuju aktivitas penambangan pasir besi dihentikan. Danda melihat tak ada konstribusi bagi masyarakat dengan adanya aktivitas penambangan pasir besi.

"Malahan banyak kerugian yang dirasakan sebagai dampak adanya aktivitas penambangan pasir besi, misalnya dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Makanya kami berharap agar segala bentuk penambangan pasir besi ditutup," tegas Danda saat menghubungi INILAH.COM melalui telepon selulernya, Rabu (26/6/2013). [gin]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PRABOWO-HATTA LANJUTKAN PERJUANGAN
MAHKAMAH Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan terkait sengketa Pilpres. Kubu Prabowo-Hatta kecewa dan tetap melanjutkan perjuangan.
KARIKATUR + Indeks