Rabu, 16 April 2014 | 14:33 WIB
LINTAS JABAR

MTsN 1 Purwakarta Bantah Lakukan Pungutan

Oleh: Asep Mulyana
Pantura - Kamis, 27 Juni 2013 | 20:55 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Purwakarta - Kepala MTsN 1 Purwakarta, Jarirudin mengakui jika dalam waktu dekat akan membangun pondok pesantren. Namun, dirinya membantah bila pihaknya meminta pungutan untuk pembangunan ponpes tersebut kepada orang tua siswa.

“Saya tegaskan, pungutan ini tidak benar,” tegas Jarirudin kepada INILAH, Kamis (27/6).

Sejak tiga tahun terakhir, lanjutnya, sekolahnya telah memiliki ponpes serta pembelajaran tambahan. Usai belajar di MTs sekitar pukul 13.00 WIB, mereka langsung melanjutkan belajar di ponpes. Mulainya dari pukul 13.30 WIB sampai 15.00 WIB. Setiap harinya, siswa diwajibkan mengikuti pelajaran keagamaan tambahan. Namun, karena ponpes belum jadi, KBM pun dilakukan dikelas masing-masing.

“Kalau untuk kegiatan ini, memang mereka diwajibkan membayar iuran sebesar Rp320 ribu per tahun,” jelas dia.

Iuran tersebut, jelas dia, untuk keperluan mereka sehari-hari. Semisal, makan, tidur, serta untuk membayar honor guru. Pasalnya, untuk pelajaran tambahan, sekolah memakai guru dari ponpes-ponpes besar di Jawa Barat.

“Kita pakai 30 tenaga pendidik dari Ponpes besar, semisal dari Gontor,” tegas dia.

Jarirudin menambahkan, lembaga keagamaan ini merupakan pilot project Pemprov Jabar. Jika pondok pesantren berhasil di kembangkan di dalam sekolah, kedepan madrasah-madrasah di Jabar akan memiliki ponpes juga.

Rencananya, ponpes akan memiliki kamar dengan daya tampung enam anak. Kamar tersebut, sudam memiliki fasilitasnya seperti tempat tidur. Untuk sementara, pondok pesantren akan menampung 108 anak dulu karena ketersediaan ruangan yang belum mencukupi untuk menampung seluruh siswa.

“Siswa yang sekolah disini, Ijazahnya dua. Satu sekolah umum, satu lagi ijazah dari Ponpes,” pungkasnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Menggapai Mimpi Citarum Bersih
MEDIA asing menyoroti pencemaran Sungai Citarum. Aktivis lingkungan pun pesismistis program Citarum bersih 2018 terwujud.
KARIKATUR + Indeks