Jumat, 25 April 2014 | 04:43 WIB
EKONOMI

Hingga Jadi Pengusaha Sukses, Modalnya Kepercayaan

Oleh: Ariez Riza Fauzy
Ekonomi - Jumat, 28 Juni 2013 | 10:48 WIB
Budi Sanjaya - istimewa

INILAH.COM, Bandung - Kualitas prima, bergaransi dan dapat terjangkau konsumen dalam angsuran menjadi kunci utama kesuksesan Budi Sanjaya dalam menjalankan bisnis motor bekasnya.

Hal itulah yang menjadikan showroom-nya saat ini salah satu terbesar khususnya di Kota Bandung. Namun siapa yang menyangka, sebelum menjalankan bisnis besarnya ini, pria berusia 61 tahun pernah menjadi seorang petani sayuran di Lembang.

Budi menceritakan, awalnya dia berprofesi sebagai petani sayuran di Lembang. Namun profesi itu tidak berjalan lama, lantaran waktu itu terjadi peristiwa meletusnya Gunung Galunggung pertengahan 1982, sehingga lahan dan sayurannya rusak. Karena terdesak, akhirnya Budi memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaannya sebagai petani.

Sejak saat itu dirinya membantu sang adik yang sudah lebih dulu berjualan motor bekas di kawasan Ciateul, Bandung. Dirinya dipercaya untuk menjual langsung kepada konsumen yang datang ke showroom adiknya meski hanya satu, dua unit saja yang dapat dijualnya.

“Dulu saya petani di Lembang, karena Galunggung meletus saya ikut sama adik saya,” katanya di tokonya yang berlokasi di Jalan Inggit Ganarsih No 136, Kota Bandung.

Namun karena tekadnya yang kuat dan sudah menerapkan bisnisnya dengan baik, prestasinya cukup melejit dan mendapat kepercayaan pinjaman modal dari salah satu bank perkreditan rakyat (BPR) pada 1986. Tidak sulit baginya untuk mendapatkan nasabah karena sudah terbiasa menghadapi konsumen ketika di showroom.

Sehingga dalam jangka waktu sebulan dirinya sudah mampu mendapatkan 300 hingga 500 nasabah. Kerja samanya dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) waktu itu cuma bertahan hingga 1989 dengan keuntungan yang cukup untuk mendirikan showroom-nya yang pertama di Jalan Ibu Inggit Ganarsih No 147.

Dirinya semakin dikenal oleh para perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan (leasing). Perkembangan bisnisnya semakin maju hingga membangun showroom serupa tepat di seberang showroom pertamanya.

“Modalnya kan kepercayaan, pada prinsipnya saya tidak ingin mengecewakan konsumen,” terangnya.

Pria kelahiran 1952 itu menegaskan, kiat-kiatnya dalam berbisnis jual beli motor bekas yakni menjaga kualitas kendaraan, bergaransi, dan cicilan yang terjangkau. Sebab, menurutnya tidak mungkin untuk menawarkan yang di luar kemampuan konsumen. Penawaran terhadap konsumen berdasarkan cara cerdas dalam memilih kendaraan.

Dia mengaku selalu terbuka saat menjelaskan kondisi kendaraan yang ada di showroom. “Yang pasti kondisi kendaraan harus grade A, artinya kualitasnya masih di atas 85%,” jelasnya.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Wajah Baru Parlemen Meragukan
WAJAH baru bakal mengisi kursi DPR RI lima tahun ke depan. Mampukah mereka ‘bersuara’ di parlemen?
KARIKATUR + Indeks