Jumat, 31 Oktober 2014 | 01:56 WIB

Ketua KUD di Garut Diduga Selewengkan Dana Hibah

Oleh: Zainulmukhtar
Hukum - Minggu, 30 Juni 2013 | 12:31 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Garut - Usaha ritel Koperasi Unit Desa (KUD) Mandiri Kecamatan Cisurupan hampir dipastikan gagal direalisasi karena dananya keburu raib, sebelum program usaha ritel tersebut dimulai.

Ironisnya, dana bantuan hibah Kementerian Koperasi RI tahun anggaran 2013 sebesar Rp65 juta untuk ritel diterima KUD Mandiri Cisurupan tersebut hilang diduga diselewengkan Ketua KUD Mandiri Cisurupan itu sendiri, berinisial D.

Informasi diterima INILAH.COM, Minggu (30/6/2013) menyebutkan, dana bantuan hibah dari Kementerian Koperasi itu cair pada 14 Juni lalu. Dana tersimpan di rekening BJB Tandamata dengan nomor rekening 0003067157100 itu langsung dicairkan D tanpa sepengetahuan pengurus koperasi lainnya. Dana pertama yang diambil sebesar Rp7 juta, kemudian Rp15 juta.

Pada 17 Juni, D kembali mengambil dana sebesar Rp22 juta. Sehingga dana tersisa di bank sekitar Rp21 juta.

Ketika pencairan pada 17 Juni itu, ada pengurus KUD lainnya memergoki C, diduga orang suruhan D, sedang mencairkan dana bantuan hibah di Bank BJB Jalan Ahmad Yani Garut Kota untuk ritel itu.
Pengurus koperasi tersebut kaget karena dana tersisa di rekening hanya sebesar Rp21 juta. Padahal program bantuan ritel yang merupakan pengembangan usaha Warung Serba Ada di KUD Mandiri Cisurupan sama sekali belum dilaksanakan.

Bermaksud menyelamatkan sisa dana, pada 22 Juni, beberapa pengurus KUD Mandiri Cisurupan, selain D, menggelar rapat. Mereka bertambah terkejut mendengar keterangan dari Bendahara KUD Mandiri Cisurupan, Endang, bila dana bantuan tersisa Rp21 juta itu pun sudah diambil D. Sehingga sisa dana pada rekening bank sebenarnya nol alitas tak bersisa.

Mereka pun mengaku tak habis pikir dengan bisa cairnya dana tersebut. Padahal dana disimpan mereka. Selidik punya selidik, ternyata D telah mencairkan sisa dana sebesar Rp21 juta ke BJB dengan berbekal surat kehilangan rekening yang didapat dari Kepolisian Sektor cisurupan. D menyuruh C membuat surat kehilangan rekening ke polisi pada 24 Juni.

Namun ketika dikonfirmasi, Kepala Kepolisian Sektor Cisurupan, AKP Bangbang, menolak memberikan penjelasan dengan alasan kasusnya masih dipelajari. "Saya baru baca laporannya, dan mesti dipelajari. Saya butuh waktu lama," kilahnya. Hingga sejauh ini, D yang juga berprofesi seorang dokter hewan itu masih belum bisa dikonfirmasi.

Terpisah, Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi Usaha Masyarakat Kecil Menengah dan Baitul Mal wa Tamwil Kabupaten Garut, Elin Rustia, menyatakan pada 2013 ini ada 3 koperasi menerima bantuan hibah ritel yang nilainya sama, yakni sebesar Rp65 juta.

Satu koperasi di Kecamatan Cibatu, dan dua koperasi lainnya di Kecamatan Cisurupan, termasuk KUD Mandiri Cisurupan.

Menurut Elin, bantuan hibah dari Menteri Perkoperasian itu diperuntukkan bagi koperasi yang sebelumnya telah memiliki usaha ritel, seperti waserda, yang perlu didukung sarana modern. Bantuan antara lain untuk branding, neon box, rak gondola, seragam petugas, kaca, serta sistem komputer.

"Dinas hanya memberi rekomendasi, setelah sebelumnya koperasi tersebut mengusulkan bantuan kepada kementerian koperasi melalui dinas. Kalau sudah disetujui, baru keluar SK. Setelah itu, turun surat permohonan pencairan, dana langsung cair ke rekening koperasi tersebut." jelas Elin. [gin]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DPR Kian Memprihatinkan
RICUH pemilihan pimpinan komisi DPR berbuntut. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk pimpinan DPR tandingan.
ASPIRASI + Indeks