Jumat, 18 April 2014 | 12:55 WIB
EKONOMI

Nasib Tembakau Mole, Harga Tinggi Produksi Mandek

Oleh: Dadi Haryadi
Ekonomi - Selasa, 2 Juli 2013 | 12:36 WIB
inilah.com/Syamsuddin Nasoetion

INILAH.COM, Garut - Meski harga tembakau mole tinggi, produksinya masih terhambat alat pengolahan, khususnya tembakau hitam. Selain itu, pembuatan mole putih juga tidak mudah karena perlu teknik khusus.

"Hambatan lain yang dihadapi petani tembakau saat ini adalah cuaca ekstrem," katanya Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Suryawan pada acara penghibahan komputer oleh AMTI ke petani tembakau di Jabar, Selasa (2/7/2013).

Menurutnya, musim kemarau basah saat ini membuat masa jemur tembakau menjadi lebih lama. Biasanya, tembakau bisa kering hanya dengan tempo 20 hari namun kini 30 hari.

"Secara kualitas sih tidak terlalu berpengaruh namun waktu menjemur tembakau menjadi lebih lama," jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan produksi tembakau Jabar hanya mampu memasok 15% kepada pabrikan. Sebab, lahan tembakau dilarang bertambah sehingga produksi menjadi terbatas.

Untuk menyiasati kondisi itu, pihaknya menggarap pasar ekspor melalui jenis tembakau hitam dan hijau dengan volume 4 ton per bulan. Negara yang menjadi pasar potensial diantaranya, Malaysia, Brunei Darussalam.

"Kami juga mengekspor hingga ke Jerman," ucapnya. [gin]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.