Sabtu, 25 Oktober 2014 | 23:00 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Wawan Ridwan Dikabarkan Menjabat Sekda Jabar

Oleh: Jaka Permana
Jabar - Selasa, 2 Juli 2013 | 21:43 WIB
Wawan Ridwan - jabarprov.go.id

INILAH.COM, Bandung - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jabar Wawan Ridwan dikabarkan akan menjabat Sekda Jabar. Dia menggantikan posisi sekda sebelumnya Lex Laksamana.

Informasi yang diterima INILAH.COM di lingkungan Gedung Sate, rencananya Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan akan melantik sekda pada Rabu (3/7/2013) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung sekitar pukul 14.00 WIB.

Wawan Ridwan sudah mendapatkan restu dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut sumber lain, surat keputusan dari presiden tentang penunjukan Sekda Jabar sebenarnya sudah ada sejak 14 Juni 2013 lalu.

Namun, hingga saat ini Heryawan masih belum melantik pengganti Lex Laksamana. Saat ini jabatan PNS paling tinggi di Pemprov Jabar dijabat oleh Plt Perry Soeparman.

Ada tiga nama yang diajukan sebagai sekda. Mereka masing-masing Perry Soeparman, Wawan Ridwan, dan Kepala Bappeda Jabar, Denny Juanda Puradimadja.

Kepala Badan Kepegawaian Daereah(BKD) Jabar M. Solihin mengaku belum mengetahui Wawan Ridwan akan menjabat sebagai Sekda. Ditanya waktu pelantikan, Solihin juga belum mengetahuinya. "Saya enggak tahu karena enggak masuk kantor karena sakit," kata dia saat dihubungi, Selasa (2/7/2013).

Solihin mengaku pernah diperintah gubernur untuk mengambil surat keputusan (kepres) penunjukan Sekda Jabar dari kemendagri dua minggu lalu.

"Tapi saya tidak tahu isi surat tersebut. Setelah diterima saya langsung menyerahkannya kepada Pak Gubernur tanpa membukanya," cetus dia. [gin]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks